Dr Lim ZiYi Dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai bagaimana penggunaan sel T yang dimodifikasi secara genetik membawa harapan bagi pengobatan kanker darah dan, mungkin juga bagi tumor padat di masa yang akan datang.

Terapi sel adalah komponen yang sangat penting dalam perjuangan melawan kanker di masa yang akan datang. Bahkan pada kenyataannya, terapi sel telah terbukti efektif pada kanker darah dan kini sedang dilakukan penelitian untuk melihat apakah ia juga efektif pada tumor padat. Itulah pesan dari Dr Lim ZiYi, konsultan senior dalam bidang hematologi yang berbicara dalam seminar kanker yang diselenggarakan oleh Channel NewsAsia dan Parkway Cancer Centre.

Terapi sel adalah suatu jenis imunoterapi yang melibatkan penggunaan sistem imun tubuh sendiri untuk melawan kanker. Dengan terapi sel, para ilmuwan dan peneliti menggunakan sel CAR T untuk menemukan dan membunuh sel-sel kanker. Sel T adalah bagian dari sistem imun dan berasal dari sel punca di sumsum tulang belakang. Mereka adalah sejenis sel darah putih yang membantu tubuh dalam melawan infeksi. Mereka juga memiliki kemampuan untuk membunuh sel-sel kanker.

Sel CAR T adalah sel T yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan reseptor pada permukaannya yang disebut chimeric antigen receptors (CARs). Reseptor khusus ini memungkinkan sel T untuk mengenali dan melekatkan dirinya pada protein atau antigen khusus pada sel tumor.

“Begitu mereka melekat pada kanker, maka sel T akan membelah diri dengan sangat cepat, sehingga secara efektif menciptakan bom nuklir untuk membunuh kanker,” ujar Dr Lim.

Ia menceritakan sebuah kisah dramatis mengenai Layla Richards, seorang gadis cilik di London yang didiagnosis menderita acute lymphoblastic leukaemia (ALL) saat ia baru berusia tiga bulan pada tahun 2015.

Ini adalah jenis leukemia yang sangat agresif yang tidak dapat diobati dengan terapi kanker konvensional seperti kemoterapi.

“Orang tuanya sudah mau menyerah. Mereka tidak punya pilihan lain. Pada saat itulah mereka menemui seorang spesialis yang baru saja mengembangkan bentuk percobaan dari terapi sel.

“Dan karena tidak ada ruginya untuk mencoba, mereka berkata, ‘Ayo kita berikan ini kepadanya.’” Pada saat itu, terapi ini belum pernah dicobakan pada manusia.

“Dokter memberikannya infus kecil sebesar 1 ml dari sel yang telah dimodifikasi secara genetik.” Tidak ada yang terjadi dalam tiga minggu pertama, namun tiba-tiba pada minggu keempat sel-sel leukemia mulai mencair.

“Sangat menakjubkan, dalam waktu beberapa bulan, kanker yang ada pada tubuhnya hilang. Ini semua hanya dengan menggunakan 1 ml sel. Ini merupakan hal yang menjanjikan dari terapi sel,” ujar Dr Lim.

Meski demikian, terapi sel memiliki efek samping. “Saat Anda membunuh kanker dengan sangat ganas, maka zat kimia yang dilepaskan dapat membuat pasien cukup sakit,” ujarnya. Dalam beberapa penelitian awal, beberapa pasien mengalami kegagalan multi-organ, sementara yang lainnya mengalami neurotoksisitas (keracunan pada otak dan sistem saraf). “Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana kita dapat mengurangi terapi untuk membuatnya tetap sama efektifnya namun lebih aman bagi pasien.”

Penelitian mengenai terapi sel telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan sejauh ini, para peneliti memperoleh hasil yang baik pada kanker darah, seperti misalnya ALL dan limfoma. Kini, mereka mulai mendapatkan data pada mieloma, yaitu jenis lain dari kanker darah, ujarnya.

Para peneliti kini ingin melihat apakah terapi sel dapat bekerja pada tumor padat. Tumor padat lebih umum dijumpai daripada kanker darah, sehingga bila terapi sel dapat bekerja pada tumor padat, dampaknya akan jauh lebih besar.

Tantangan lainnya adalah biaya pengobatan ini, yaitu sekitar US$300.000. “Sudah pasti kita harus berusaha menurunkan biaya ini,” ujarnya.

Dr Lim mengatakan bahwa Stem Med, bank sel punca dan laboratorium sel swasta pertama di Singapura sedang berusaha mengembangkan terapi sel. “Kami percaya bahwa dengan melakukannya di Singapura, mungkin kita dapat membuatnya lebih murah dan lebih efektif.” Keunggulan Singapura adalah kita memiliki “peraturan yang sangat baik, ilmuwan yang hebat dan akses yang sangat baik terhadap layanan kesehatan”.

Pada bulan Agustus tahun 2017, setelah Dr Lim berbicara pada seminar kanker, Kymriah, yang telah disetujui oleh United States Food and Drug Administration, menjadi terapi gen atau sel yang paling pertama beredar di Amerika Serikat. Dua bulan kemudian, FDA menyetujui Yescarta, yaitu terapi gen lainnya.

Kymriah disetujui untuk digunakan pada pasien anak dan dewasa muda dengan ALL, sementara Yescarta disetujui untuk mengobati pasien dewasa dengan limfoma sel B jenis tertentu yang tidak merespons terhadap atau yang mengalami kekambuhan setelah diobat oleh sedikitnya dua jenis terapi.

Jimmy Yap



Tags: cara baru untuk mengobati kanker, kanker darah, terapi sel punca, terobosan terbaru dalam pengobatan kanker, tumor