Intens namun tepat

Sebuah bentuk radioterapi tingkat lanjut yang disebut dengan terapi radiasi tubuh stereotaktik menawarkan kemungkinan keberhasilan yang lebih besar. Dr Lee Kuo Ann dari Parkway Cancer Centre menjelaskan cara kerjanya dan kelebihannya dibandingkan dengan radioterapi konvensional.

Terapi radiasi, atau radioterapi, adalah suatu cara mengobati kanker sudah lama ada dengan menargetkan tumor dengan menggunakan sinar X berenergi tinggi. Kini, cara baru terapi ini adalah dengan secara harfiah membuat gelombang dan memberikan pasien kemungkinan yang lebih besar untuk sembuh.

Disebut sebagai terapi radiasi tubuh stereotaktik/stereotactic body radiation therapy (SBRT), terapi ini mengantarkan dosis radiasi yang intens namun tepat kepada tumor-tumor yang bersifat kanker seraya meminimalkan kerusakan pada jaringan dan sel-sel sehat yang terletak di dekatnya. Bila dilakukan pada otak, maka disebut sebagai bedah radio stereotaktik/stereotactic radiosurgery (SRS).

Perbedaan utama antara radioterapi konvensional dan SBRT adalah pada bagaimana radiasi diantarkan. Radioterapi konvensional biasanya melibatkan radiasi dosis kecil yang diantarkan dengan hati-hati melalui banyak sesi yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Dengan hanya memberikan satu fraksi dari dosis radiasi total yang dibutuhkan pada tiap kalinya, radioterapi konvensional memberikan waktu bagi sel-sel normal untuk memperbaiki diri mereka.

SBRT mengantarkan dosis radiasi yang jauh lebih besar –sebanyak lima kali lipat – melalui jumlah sesi yang lebih sedikit. Namun, radiasi diantarkan dengan sangat tepat. Citra terkomputerisasi yang sangat canggih (menggunakan CT, MRI, atau teknik pencitraan lainnya) digunakan untuk mengidentifikasi lokasi, bentuk, dan ukuran yang tepat dari sebuah tumor, sehingga memungkinkan dokter untuk memutuskan seberapa intens berkas radiasi yang harus digunakan, dan sudut-sudut berbeda untuk pengantarannya guna membidik sel-sel kanker dengan tepat.

Bila radioterapi konvensional dilakukan selama berminggu-minggu, SBRT dapat diselesaikan dalam lima sesi atau kurang dan hanya memakan waktu satu atau dua minggu.

Karena membentuk dan mengarahkan berkas radiasi dengan sangat tepat, SBRT mengurangi kerusakan kolateral yang biasanya disebabkan oleh radioterapi terhadap jaringan dan sel-sel di sekitarnya. Hal ini menyebabkan efek samping yang lebih sedikit, meskipun beberapa efek samping yang umum – seperti misalnya kelelahan, kelemahan, nyeri pada kulit, dan kerontokan rambut – masih dapat dialami.

Dan karena SBRT menghabiskan waktu yang jauh lebih sedikit secara keseluruhan, kemungkinannya kecil untuk memengaruhi pengobatan kanker lainnya, seperti misalnya kemoterapi.

Hasilnya, SBRT memberikan hasil yang lebih baik daripada radioterapi konvensional. Bila angka keberhasilan dalam dua tahun untuk radioterapi konvensional biasanya berkisar antara 30 hingga 40 persen, angka keberhasilan SBRT dapat mencapai dua kali lipatnya atau lebih, mulai dari 80 hingga 90 persen.

SBRT biasanya digunakan untuk mengobati kanker yang melibatkan tumor yang jelas dan kecil dalam bagian-bagian tubuh dimana operasi dapat berisiko – sebagai contoh pada paru-paru, hati, kelenjar getah bening, tulang belakang, leher, atau jaringan lunak lainnya.

SBRT juga dapat menjadi pilihan pengobatan yang utama bagi beberapa pasien yang tidak dapat menoleransi operasi, serta sebagai pilihan untuk iradiasi ulang bagi pasien-pasien yang kankernya kembali lagi dan tidak dapat lagi menjalani pengobatan terapi konvensional.

Terapi radiasi konvensional

  • Membidik tumor dengan sinar X berenergi tinggi.
  • Melibatkan radiasi dosis kecil, diantarkan melalui banyak sesi yang berlangsung selama beberapa minggu.
  • Angka keberhasilan dalam dua tahun: 30–40%

Terapi radiasi tubuh stereotaktik/stereotactic body radiation therapy (SBRT)

  • Mengarahkan dosis radiasi yang intens namun tepat kepada tumor.
  • Dosis radiasi yang lebih besar diantarkan melalui lima sesi atau kurang, hanya memakan waktu 1-2 minggu.
  • Biasanya digunakan untuk tumor-tumor yang jelas dan kecil.
  • Umumnya menyebabkan kerusakan kolateral yang lebih sedikit pada jaringan di sekitarnya.
  • Angka keberhasilan dalam dua tahun: 80–90%

 

Kok Bee Eng



Tags: cara baru untuk mengobati kanker, radioterapi (terapi radiasi), terobosan terbaru dalam pengobatan kanker