Sarkoma: Diagnosis dan pengobatan

Dr Richard Quek dari Parkway Cancer Centre dan Dr Leon Foo dari Island Orthopaedic Consultants membahas mengenai bagaimana tumor ini ditemukan dan diobati.

Apakah yang dimaksud dengan sarkoma? Apa yang membedakannya dari kanker lainnya?

Dr Quek: Sarkoma adalah kanker yang berkembang dari lapisan mesenkim, yaitu lapisan yang membentuk jaringan ikat, sel lemak, otot, pembuluh darah, dan tulang. Dengan demikian, sarkoma dapat timbul dari beragam bagian tubuh, termasuk kulit, jaringan ikat, tulang, pembuluh darah, dan bahkan organ-organ yang letaknya sangat dalam.

Dr Foo: Sarkoma dan kanker sama-sama merupakan tumor ganas. Perbedaannya adalah pada sel asalnya. Kanker timbul dari jaringan epidermis dan endodermis, sedangkan sarkoma timbul dari jaringan mesodermis, seperti misalnya tulang, tulang rawan, otot, saraf, pembuluh darah, dan lemak.

Ada berapa jenis sarkoma?

Dr Quek: Terdapat lebih dari 70 subtipe yang berbeda, dibagi secara luas menjadi tumor tulang dan jaringan lunak. Sarkoma tulang terutama berasal dari tulang; bentuk yang paling umum adalah osteosarkoma (tulang), kondrosarkoma (tulang rawan), dan chordoma (notokorda). Sarkoma jaringan lunak merupakan kelompok sarkoma yang kompleks, dengan lebih dari 50 subtipe yang berbeda.

Apakah mereka umum dijumpai?

Dr Quek: Sarkoma jaringan lunak tidaklah umum: Sarkoma ini dijumpai pada lima dari 100.000 orang, meskipun ia menyerang orang yang lebih muda dengan jumlah yang tidak proporsional. Tumor stroma gastrointestinal/gastrointestinal stromal tumour (GIST), berbeda dari sarkoma jaringan lunak, berkembang dari saluran gastrointestinal dan merupakan salah satu bentuk sarkoma yang paling umum. Sarkoma ini dijumpai pada dua dari 100.000 orang.

Dr Foo: Sarkoma bertanggung jawab terhadap sekitar satu persen tumor ganas. Meskipun mereka tidak terlalu umum, namun banyak sarkoma yang menyerang anak-anak dan orang dewasa muda, sehingga menjadikannya sebagai penyakit yang signifikan secara sosial dan ekonomi.

Apa sajakah gejala umum sarkoma?

Dr Foo: Penampakan yang paling umum adalah benjolan, yang seringkali tidak terasa nyeri. Benjolan ini dapat keras atau lunak, besar atau kecil, bertumbuh dengan cepat atau lambat. Pasien juga dapat menunjukkan banyak sekali gejala generik/tidak spesifik, seperti misalnya nyeri, mati rasa/sensasi yang berbeda pada indera perasa, perut menggembung, sulit menelan, dan sesak napas.

Dr Quek: Sarkoma jaringan lunak secara khusus terlihat sebagai sebuah massa dan dapat bertumbuh hingga sebesar 20cm atau lebih. Tergantung kepada lokasinya, sarkoma ini dapat menyebabkan gejala yang berbeda, seperti misalnya batuk (bila letaknya di dalam dada), bengkak pada anggota tubuh atau perut. Dapat terjadi rasa nyeri maupun tidak yang berhubungan dengan massa tumor. Untuk sarkoma tulang, gejalanya meliputi nyeri tulang, pembengkakan tulang, dan patah tulang setelah trauma minimal.

Apakah sarkoma diwariskan dalam keluarga?

Dr Foo: Sangat jarang. Sebagian besar sarkoma disebabkan oleh kelainan genetik, seperti misalnya mutasi spontan dan pengaturan ulang genetik. Namun, beberapa pasien mungkin memiliki kecenderungan, seperti misalnya pasien yang menderita sindrom langka tertentu yang diwariskan/familial, seperti misalnya neurofibromatosis, retinoblastoma, sindrom Gardner, dan sindrom Li-Fraumeni.

Bagaimanakah sarkoma didiagnosis?

Dr Foo: Yang menjadi standar emas adalah biopsi jaringan untuk memberikan diagnosis histologis yang tepat.

Bagaimanakah sarkoma diobati?

Dr Foo: Pengobatan sarkoma tulang dan jaringan lunak telah sangat berkembang dalam dua atau tiga dekade terakhir. Kami mulai lebih memahami sarkoma dan kini mengetahui bahwa beberapa subtipe histologi tertentu memberikan respons yang lebih baik terhadap modalitas pengobatan tertentu. Sebagai contoh, beberapa sarkoma, seperti misalnya sarkoma Ewing sangat sensitif terhadap kemo, sedangkan sarkoma lainnya, seperti misalnya kondrosarkoma paling tepat diobati hanya dengan operasi. Fokus saat ini adalah pada terapi terarah, yang bertujuan untuk memperoleh efektivitas klinis yang lebih besar, dan efek samping pengobatan yang lebih sedikit.

Dr Quek: Sarkoma jaringan lunak paling baik diobati dengan kombinasi antara operasi, radiasi, dan/atau kemoterapi, sedang osteosarkoma biasanya diobati dengan kemoterapi yang diikuti dengan operasi. Sedapat mungkin kami menghindari amputasi. Pada osteosarkoma, penggunaan kemoterapi sangatlah penting dan telah terbukti meningkatkan angka kelangsungan hidup hingga tiga kali lipat, dari 20 persen bila hanya dengan operasi menjadi 70 persen dengan operasi dan kemoterapi.

Bagaimana prognosisnya?

Dr Quek: Prognosis bagi mereka yang menderita sarkoma jaringan lunak menjanjikan dan membaik, dengan kemungkinan yang besar untuk sembuh atau mengalami remisi setelah pengobatan. Pada pasien tertentu yang menderita sarkoma jaringan lunak stadium lanjut yang telah menyebar, remisi jangka panjang masih dapat dicapai dengan pengobatan multi-modalitas yang agresif. Pada sarkoma tulang, seperti misalnya osteosarkoma, dengan operasi dan kemoterapi, angka kesembuhan 70% tercapai pada pasien-pasien yang penyakitnya belum menyebar.

Sedangkan pada gastrointestinal stromal tumours (GIST), paradigma pengobatan telah mengalami revolusi total dengan ditemukannya terapi terarah yang efektif. Imatinib, sebuah obat oral yang menghambat mutasi yang menyebabkan terjadinya GIST, telah terbukti memperkecil tumor pada lebih dari dua pertiga pasien GIST, sehingga meningkatkan median angka kelangsungan hidup hingga lebih dari lima tahun, bahkan pada pasien yang penyakitnya sudah mencapai Stadium 4.

Dan pada sarkoma Ewing/Ewing’s sarcoma (EWS), angka kelangsungan hidup juga tinggi – angka kelangsungan hidup jangka panjang pada pasien dengan EWS yang belum menyebar adalah sebesar 75 persen dan bahkan pada pasien dengan penyakit metastatik stadium lanjut, dapat tercapai angka remisi jangka panjang sebesar lebih dari 25 persen.

Apakah semua pasien sarkoma perlu dioperasi?

Dr Foo: Tidak, tidak semua pasien perlu dioperasi untuk mengobati sarkoma. Mereka yang menderita sarkoma stadium lanjut terkadang ditawarkan untuk menjalani kemoterapi atau perawatan paliatif, karena sarkoma dapat melibatkan terlalu banyak struktur utama, sehingga tidak dapat diangkat dengan aman. Meski demikian, sebagian besar sarkoma biasanya perlu dioperasi untuk menghilangkan “beban induk” dari jaringan tumor ganas.

Apakah selalu perlu dilakukan radiasi dan kemoterapi setelah operasi?

Dr Foo: Tidak, tidak semua sarkoma membutuhkan radiasi atau kemoterapi setelah operasi. Hal ini tergantung kepada diagnosis histologinya yang tepat, serta batas operasi spesimen sarkoma yang direseksi. Bila batas operasinya luas, maka risiko terjadinya kekambuhan sarkoma yang belum menyebar dapat sangat dikurangi. Dengan demikian, mungkin tidak dibutuhkan radiasi tambahan pada lokasi operasi. Demikian pula kemoterapi mungkin tidak perlu dilakukan setelah operasi pada sebagian besar sarkoma, kecuali dalam kasus osteosarkoma, sarkoma Ewing, rabdomiosarkoma, dan kasus GIST tertentu yang berisiko tinggi dimana kemoterapi yang dilakukan setelah operasi memberikan manfaat yang signifikan bagi kelangsungan hidup.

Sarkoma: Sebuah penyakit yang kompleks

Meskipun kurang umum dibandingkan kanker lainnya, secara umum sarkoma lebih agresif.

Sarkoma merupakan sebuah penyakit yang kompleks dengan lebih dari 70 subtipe, yang secara luas dibagi ke dalam tumor tulang dan jaringan lunak. Lebih spesifik lagi, ada empat kelompok utama: Sarkoma jaringan lunak, Sarkoma tulang, Tumor stroma gastrointestinal, dan Sarkoma Ewing serta Rabdomiosarkoma.

Kanker tersebut berkembang dari lapisan mesenkim tubuh kita. Mereka dapat timbul dari beragam bagian tubuh, termasuk kulit, jaringan ikat, tulang, pembuluh darah, dan bahkan organ-organ yang letaknya sangat dalam.

Tentang Sarkoma - Diagnosis & Pengobatan

Kok Bee Eng



Tags: diagnosis kanker, kanker tulang primer, sarkoma, tumor