Deteksi dini kanker merupakan hal yang penting. Bila kanker ditemukan dalam stadium dini, kemungkinan keberhasilan pengobatan dapat meningkat. Terdapat berbagai jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat sel-sel kanker di dalam tubuh seorang pasien. Orang-orang pada usia tertentu, khususnya mereka yang berisiko tinggi terkena kanker, disarankan untuk melakukan skrining secara teratur.

Namun kadangkala pemeriksaan skrining juga dapat membantu dalam mencegah terjadinya kanker.

Dr Zee Ying Kiat dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai dua tes skrining yang dapat membantu Anda mencegah terjadinya kanker.

Kolonoskopi

Kanker usus besar atau kolorektal merupakan kanker yang paling umum dijumpai di Singapura, dengan kurang lebih 1.200 kasus baru didiagnosis tiap tahunnya. Pada saat yang sama, kanker ini juga merupakan salah satu bentuk kanker yang paling dapat diobati dan dicegah bila terdeteksi secara dini.

Sebagian besar kanker kolorektal timbul akibat polip adenomatosa, yaitu pertumbuhan menyerupai kelenjar yang terbentuk pada lapisan membran mukosa pada usus besar.

Polip adenomatosa umumnya tidak menunjukkan gejala apapun dan mereka ditemukan pada satu di antara empat pria saat mereka memasuki usia 50 tahun. Prevalensinya meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Waktu yang dibutuhkan untuk polip-polip ini menjadi ganas biasanya antara lima hingga 10 tahun. Ini berarti bahwa kanker kolorektal memiliki masa yang cukup lama dalam fase pra-ganas yang dapat dideteksi sebelum polip tersebut menjadi kanker.

Salah satu pemeriksaan skrining untuk kanker kolorektal adalah kolonoskopi. Ini adalah ketika sebuah selang yang tipis dan fleksibel yang dikenal sebagai kolonoskop dimasukkan ke dalam dubur agar dokter dapat melihat lapisan dalam dari usus besar pasien.

Kolonoskopi dapat dilakukan dalam waktu 15 menit. Sebelum prosedur, pertama-tama usus pasien harus dibersihkan secara sempurna. Ini biasanya dilakukan satu hari sebelum atau pada pagi hari dimana kolonoskopi akan dilakukan. Pasien akan diberikan obat untuk menginduksi diare.

Biasanya pasien hanya merasakan sedikit nyeri meskipun sedasi ringan umumnya diberikan untuk meredakan rasa tidak nyaman atau kegelisahan pasien. Kebanyakan pasien dapat kembali melanjutkan diet reguler mereka di hari yang sama dan jarang terjadi keadaan dimana pasien tidak dapat segera melanjutkan kegiatannya.

Sebagian besar polip dapat dibuang pada saat dilakukan kolonoskopi, sehingga menghindari perlunya dilakukan operasi untuk membuang pertumbuhan ini.

Pemeriksaan Pap

Pemeriksaan Pap, juga disebut sebagai Pap smear, merupakan suatu prosedur sederhana untuk memeriksa apakah terdapat kanker seviks dimana dokter dengan lembut menyapu sel-sel dari leher serviks yang sempit dan mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat perubahan dalam serviks, yang merupakan pembukaan dari uterus atau rahim.

Dua hari sebelum menjalani Pap smear, hindari hubungan seksual, douching (menyemprot vagina), atau menggunakan obat-obatan vagina atau busa, krim maupun jeli spermisida karena hal-hal tersebut dapat mencuci atau mengaburkan sel-sel yang tidak normal. Hindari menjadwalkan pemeriksaan Pap bila Anda sedang menstruasi.

Pemeriksaan ini hanya memakan waktu beberapa menit dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit meskipun dapat terasa tidak nyaman karena sebuah alat dimasukkan ke dalam vagina untuk menjaganya agar tetap terbuka sehingga serviks dapat terlihat dengan jelas. Sebuah sudip plastik dan sikat kecil digunakan untuk mengambil sel-sel dari serviks.

Sel-sel itu kemudian diperiksa dan hasilnya biasanya akan keluar dalam beberapa hari hingga beberapa minggu kemudian.

Pap smear mendeteksi pra-kanker sebelum mereka menjadi kanker yang invasif. Pra-kanker dapat diobati, mencegah kanker serviks sebelum mulai terjadi. Para ahli mengatakan bahwa kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling mudah dicegah dan cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap secara teratur.

Periksakanlah diri Anda!

Meskipun kolonoskopi dan Pap smear dapat membantu mencegah kanker, pemeriksaan lainnya untuk kanker seperti mamografi, pemeriksaan darah dan pemindaian CT sama pentingnya dalam perjuangan melawan kanker.

Sangat sering terjadi, kanker yang terdeteksi secara dini dapat segera diatasi dan pasien kembali melanjutkan kehidupan normal setelah itu.

Selama bertahun-tahun banyak penelitian yang secara konsisten menunjukkan bahwa kemungkinan pasien untuk bertahan hidup sangat meningkat ketika kanker terdeteksi secara dini. Dengan deteksi yang terlambat, sel-sel kanker memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya, sehingga membuat proses pengobatan menjadi semakin rumit.

Sebagai contoh, penelitian pada kanker usus, payudara dan ovarium semuannya menunjukkan bahwa lebih dari sembilan dalam 10 pasien dengan diagnosis dini kanker-kanker ini bertahan hidup lebih dari lima tahun, dibandingkan dengan hanya satu dari 10 pasien yang didiagnosis dengan stadium paling lanjut dari kanker tersebut.

Skrining: Siapa dan kapan

Kolonoskopi

  • Bila Anda tidak memliki faktor-faktor yang berisiko tinggi, mulailah melakukan skrining saat berusia 50 tahun dan lakukakn kolonoskopi setiap 10 tahun sekali.
  • Mereka yang berisiko tinggi terkena kanker usus besar atau kolorektal harus mulai melakukan skrining pada usia yang lebih dini dan melakukan kolonoskopi setiap tiga tahun sekali.
  • Orang yang sangat berisiko tinggi mungkin perlu melakukan kolonoskopi setiap tahun sejak masa remajanya.
  • Dan dibayar sepenuhnya menggunakan Medisave.

Pemeriksaan Pap (Pap smear)

  • Wanita berusia di atas 25 tahun yang telah aktif secara seksual meskipun hanya satu kali hari melakukan pemeriksaan Pap setiap tiga tahun sekali.
  • Singapore Cancer Society menawarkan pemeriksaan Pap gratis; beberapa poliklinik dan dokter umum tertentu menawarkannya dengan harga yang disubsidi atau bahkan gratis bagi mereka yang memenuhi syarat.

Ben Tan



Tags: kanker yang umum, kolonoskopi, mamografi, mencegah kanker, pap smear, polip yang bersifat kanker, skrining kanker