Kanker payudara: Apakah jenis-jenisnya?

Dr Khoo Kei Siong dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai berbagai jenis kanker payudara yang dapat menyerang wanita.

Tahun lalu, lebih dari dua juta kasus kanker payudara terdiagnosis di seluruh dunia, menjadikannya sebagai kanker yang paling umum dijumpai pada wanita di seluruh dunia, menurut World Cancer Research Fund. Di Singapura pun, kanker payudara merupakan kanker yang paling umum dijumpai pada wanita.

Semua wanita berisiko terkena kanker payudara, yang mana ada beberapa jenis. Jenis kanker payudara ini dibedakan dengan beberapa cara – tergantung kepada bagaimana penampakan sel-sel kanker di bawah mikroskop (disebut sebagai histologi); apakah sel-sel kanker memiliki karakteristik tertentu (status reseptor); dan apakah mereka terlokalisasi atau telah menyebar (stadium).

Dalam mendiagnosis kanker payudara, dokter harus membedakan jenis-jenis kanker payudara ini dengan hati-hati agar mereka dapat merekomendasikan rencana pengobatan yang paling sesuai bagi para pasien mereka.

Berdasarkan histologi

Jenis yang umum

Karsinoma duktal invasif (KDI): Ini adalah jenis kanker payudara yang paling umum dijumpai dan merupakan 70 hingga 80 persen dari semua kasus kanker payudara invasif. Kanker bertumbuh dalam sel-sel yang melapisi saluran susu di dalam payudara, yang kemudian menembus dinding saluran tersebut dan menyerang jaringan payudara di sekitar area tersebut. Sel-sel ini juga dapat menyebar ke organ-organ dan bagian tubuh lainnya.

Karsinoma duktal in situ (KDIS): Ini adalah bentuk non-invasif dari KDI, ketika kanker tidak menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya. Ini juga merupakan jenis kanker payudara non-invasif yang paling umum dijumpai. Karena bersifat non-invasif, KDIS sangat dapat diobati, sering kali dapat diatasi hanya dengan operasi saja. Meski demikian, kanker jenis ini tidak boleh dibiarkan tanpa diobati karena dapat berubah menjadi kanker yang invasif dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Karsinoma lobular invasif (KLI): Sekitar 10 persen kanker payudara yang terdiagnosis merupakan kanker payudara dalam bentuk ini, yang cenderung menyerang wanita yang berusia antara 45 hingga 55 tahun. Kanker berawal dari dalam sel-sel yang melapisi lobulus, yaitu kelenjar yang menghasilkan susu, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Karsinoma lobular in situ (KLIS): Bentuk non-invasif dari KLI ini dikenal juga sebagai neoplasia lobular. Karena KLIS tidak menunjukkan gejala dan tidak dapat dilihat dengan mamografi, kanker ini biasanya terdiagnosis saat melakukan tes atau ditemukan saat sedang melakukan pengobatan untuk kondisi payudara yang lain.

Jenis yang kurang umum

Karsinoma medular: Dijumpai pada kurang dari 1 persen dari semua kasus kanker payudara, kanker payudara medular cenderung menyerang wanita yang memiliki gen BRCA1 cacat yang diwariskan. Sel-sel kanker ini lebih besar dan biasanya memiliki garis batas yang jelas antara tumor dan jaringan normal.

Karsinoma tubular: Di bawah mikroskop, sel-sel kanker dari kanker payudara bentuk ini tampak seperti pipa. Dijumpai pada sekitar 2 persen dari semua kasus kanker payudara, karsinoma tubular cenderung menyerang wanita yang berusia 50-an dan lebih. Kanker ini biasanya terdiagnosis melalui mamografi.

Kanker payudara inflamasi: Bentuk kanker payudara yang agresif dan bertumbuh dengan pesat ini dijumpai pada 1 hingga 5 persen dari semua pasien kanker payudara. Kanker ini dapat menyerang kulit dan menyumbat saluran getah bening, yang dapat menyebabkan terjadinya kemerahan, pembengkakan, dan penebalan pada kulit yang melapisi bagian atasnya, serta mengurangi kepadatan payudara.

Karsinoma musinus (koloid): Terjadi pada 1 hingga 3 persen kanker payudara, ini merupakan kanker yang bertumbuh dengan lambat yang cenderung menyerang wanita berusia lanjut.

Penyakit Paget pada puting: Kanker ini, yang merupakan 1 hingga 4 persen dari seluruh kanker payudara, berawal dari dalam saluran payudara dan menyebar ke puting dan areola – yaitu area yang lebih gelap pada kulit di sekitar puting. Kanker ini dapat mengiritasi keduanya dan membuat mereka menjadi terkelupas, gatal, dan merah.

Jenis reseptor

Kanker payudara juga memiliki karakteristik biologis yang berbeda-beda, tergantung kepada ada atau tiadanya reseptor, seperti misalnya reseptor estrogen/estrogen receptor (ER), reseptor progesteron/progesterone receptor (PR), dan reseptor 2 faktor pertumbuhan epidermal manusia/human epidermal growth factor receptor 2 (HER2). Karakteristik ini juga memengaruhi perilaku kanker dan bagaimana ia harus diobati – dalam beberapa kasus, karakteristik ini bahkan lebih berpengaruh daripada histologi kanker.

Kanker payudara yang positif memiliki reseptor hormon: Sebagian besar jenis kanker payudara (hingga 70 persen) positif memiliki ER atau PR, atau keduanya. Kanker seperti itu cenderung bertumbuh dengan lebih lambat dan kurang agresif, dan oleh sebab itu, pasiennya lebih mungkin memperoleh hasil jangka panjang yang lebih baik. Kanker jenis ini biasanya diobati dengan terapi hormon, seperti misalnya tamoksifen dan penghambat aromatase.

Kanker payudara yang positif memiliki HER2: Sekitar 15 hingga 25 persen wanita terkena kanker yang positif memiliki HER2. Kanker ini timbul ketika terdapat kelebihan jumlah protein faktor pertumbuhan epidermal manusia (HER2) – yang dijumpai pada permukaan sel-sel payudara yang normal – sehingga menyebabkan sel-sel tersebut bertumbuh dan membelah secara tidak normal.

Kanker payudara triple negatif: Bentuk kanker ini tidak memiliki reseptor ER, PR, maupun HER2, dan biasanya bersifat agresif. Tingkat kekambuhannya tinggi, dan tingkat kelangsungan hidupnya rendah. Kanker payudara triple negatif merupakan sekitar 15 persen dari seluruh kanker payudara, dan cenderung menyerang wanita yang berusia kurang dari 40 tahun dan mereka yang memiliki gen BRCA1 yang cacat.

Stadium

Kanker payudara stadium dini: Mayoritas (sekitar 90 persen) kanker payudara ditemukan ketika mereka masih terlokalisasi di dalam payudara dan di dalam kelenjar getah bening di ketiak pada sisi yang sama. Kanker Stadium 1, 2, atau 3 ini memiliki potensi untuk disembuhkan dan biasanya diatasi dengan operasi, kemoterapi, terapi hormon, atau radioterapi (atau kombinasi).

Kanker payudara metastatik: Kanker payudara metastatik atau Stadium 4 terjadi ketika kanker menyebar dari payudara ke organ atau bagian tubuh lainnya. Kadang kala disebut juga sebagai kanker payudara sekunder atau stadium lanjut. Meskipun kanker seperti ini bisa jadi terdeteksi ketika penyakit ini pertama kali didiagnosis, mereka umumnya disebabkan oleh kambuhnya kanker payudara ronde sebelumnya. Meskipun biasanya kanker jenis ini tidak dapat disembuhkan, mereka dapat diobati untuk memperpanjang kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup.

Skrining: Kapan & Bagaimana

Usia 39 tahun ke bawah

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan

Usia 40–49 tahun

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
  • Skrining mamografi setiap tahun

Usia 50 tahun ke atas

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
  • Skrining mamografi setiap dua tahun sekali


Tags: kanker metastatik, kanker payudara, kanker wanita (kebidanan), kanker yang umum, melokalisir kanker, skrining kanker