Karir yang memberikan perubahan pada kehidupan konselor CanHOPE Sari Ardiyanti – dan menolongnya memberikan perubahan besar dalam kehidupan oranglain juga.

Sari Ardianti pernah bekerja di sebuah Bank di Surabaya, saat itu temannya yang bekerja di Parkway Cancer Centre (PCC) bertanya apakah ia menginginkan pekerjaan untuk menolong orang lain.

Penasaran, ia memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam. Ketika dia tahu bahwa ada lowongan sebagai konselor CanHOPE di Surabaya, ia mengambil kesempatan itu.

Bagi Ardianti, ini adalah kesempatan untuk membuat perbedaan dengan cara yang bermakna pada dirinya. Meskipun hanya 35 tahun, ibu dua anak ini tidak asing lagi dengan kanker. Tiga dari tantenya menderita kanker payudara, dan ibu mertuanya meninggal karena kanker kolorektal.

Kanker merupakan penyakit yang ia kenal dengan baik. Oleh karena itu ia berhenti dari pekerjaannya di Bank dan bergabung dengan CanHOPE.

Di CanHOPE Surabaya, Ardianti terlibat untuk menangani pertanyaan-pertanyaan, mengatur janji dengan ahli onkologi di Singapura, memberikan nasehat dan membantu logistik pasien yang pergi ke Singapura untuk pengobatan maupun pemulihan, kembali ke Surabaya.

“Saya menolong pasien untuk mendapatkan informasi tentang kanker, memberikan gambaran dimana tempat terbaik untuk mendapatkan pengobatan, dan membantu mereka untuk mempelajari lebih jauh tentang dokter-dokter yang tersedia.” Kata ibu dua anak ini.

Sementara beberapa pasien yang datang sendiri, beberapa yang lainnya telah diarahkan oleh dokter-dokter di Surabaya ke PCC dikarenakan rumitnya kasus mereka.

Sikap yang negatif pada akhirnya merugikan diri sendiri. Ardianti mengatakan: “Kanker di Indonesia adalah kutukan. Jika mereka bisa menyembunyikannya, mereka akan menyembunyikannya.”

Ini berarti bahwa orang akhirnya mencari bantuan setelah kanker berkembang, dan membuat pengobatan menjadi lebih sulit.

Kendala lain yang ia hadapi adalah bahwa orang merasa bahwa kanker adalah aib. Mengajak orang menceritakan perjalanannya menuju kesembuhan sangatlah tidak mudah. Inilah mengapa kelompok pendukung pasien di Surabaya masih dalam pertumbuhan.

Dalam beberapa hal ini membuat pekerjaan Ardianti lebih sulit ketika ia menjadi titik fokus informasi.

Terima kasih untuk latihan yang ia terima di Singapura, Ardianti bisa menjelaskan kepada pasien bagaimana mereka seharusnya mengelola penyakit mereka. Ia juga bisa melatih anggota keluarga yang menjaga orang yang terkena kanker.

Ia juga selalu bersedia dalam memberikan nasihat kepada pasien bagaimana mengatur kehidupan mereka setelah kembali ke Surabaya.

Sadar akan adanya penyebab genetik dibalik beberapa kanker. Ia adalah orang yang sangat menganjurkan untuk mengedukasi seluruh keluarga. “Jika ada komponen genetik yang sangat kuat, kami memberikan informasi kepada keluarga untuk melakukan tindakan CanHOPE Surabaya menyelenggarakan kegiatan seperti yoga untuk pasien kanker dan keluarga mereka. pencegahan,” Katanya.

Salah satu kenikmatan pekerjaannya adalah membantu orang mendapatkan pengobatan dan melihat mereka menjadi lebih baik.

Ia mengingat kembali, secara khusus, satu pasien yang menemui dokter PCC yaitu Dr See Hui Ti di Singapura dan sekarang pasien tersebut jauh lebih baik. Ketika Dr See datang ke Surabaya, Dr See menghubungi pasiennya untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja. Sesuatu yang bersifat kecil mengingatkan Ardianti bahwa bekerja di pelayanan kesehatan sangat berbeda dengan bekerja di perbankan. Ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menyelamatkan nyawa.

Oleh Jimmy Yap  



Tags: CanHOPE, konselor kanker, pengobatan kanker di luar negeri