X menandakan lokasi

Sebagai seorang pelajar, Dr Lee Kuo Ann menyukai fisika dan pemrograman komputer. Sebagai seorang ahli onkologi radiasi, ia dapat menggabungkan kedua hal yang disukainya dan membantu para pasien kanker pada saat yang sama.

Dapatkah Anda menjelaskan apa yang dimaksud dengan onkologi radiasi?

Onkologi radiasi berfokus kepada sinar X atau jenis radiasi berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dengan sangat tepat – baik untuk menyembuhkan kanker atau meredakan gejala kanker. Onkologi medis memiliki tujuan yang serupa namun menggunakan obat-obatan untuk menargetkan pertumbuhan sel kanker.

Onkologi radiasi bagus untuk mengobati kanker yang terlokalisir dan terkadang dapat digunakan sebagai alternatif terhadap operasi bila tumor tidak dapat dioperasi dengan aman, seperti misalnya bila ukurannya terlalu besar, tidak dapat dijangkau, atau bila ada keinginan untuk menjaga fungsi organ, seperti misalnya kotak suara atau anus. Sebaliknya, obat-obatan onkologi medis dibawa dalam aliran darah di seluruh tubuh dan berguna untuk mengobati kanker yang telah menyebar.

Mengapa Anda memutuskan untuk menjadi seorang ahli onkologi radiasi?

Saya selalu menjadi seorang teknisi. Ketika saya masih bersekolah pada tahun 1980-an dan 1990-an, komputer pribadi baru saja dikenal oleh masyarakat. Saya biasa menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan pemrograman dengan teman-teman saya daripada belajar, hingga mengecewakan orang tua saya. Pada suatu waktu, ibu saya sampai harus menyita kabel listrik komputer tersebut!

Fisika juga merupakan mata pelajaran yang mudah bagi saya dan saya biasanya membaca melebihi apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah.

Sementara itu, saya juga terinspirasi oleh ayah saya, Dr Lee Siew Khow. Tiap tahun, ia mendapatkan banyak kartu ucapan “terima kasih” dan hadiah. Hal itu, mendorong  ambisi saya untuk menjadi seorang dokter, insinyur, atau ahli pemrograman komputer.

Ayah saya adalah seorang spesialis paru dan ia tidak terlalu tertarik dengan keinginan saya untuk mendalami onkologi radiasi. Pada tahun 1990-an, bidang tersebut merupakan bagian yang tidak populer dalam kedokteran. Pada saat itu, yang populer adalah kardiologi.

Di sekolah kedokteran kami tidak diajarkan mengenai onkologi radiasi. Hanya ketika saya berada di Singapore General Hospital saya menghadapinya saat salah satu pasien saya membutuhkan onkologi radiasi.

Saya melihatnya sebagai perkawainan antara teknologi dan kedokteran, dimana ketertarikan saya pada fisika dan teknologi komputer dapat diaplikasikan pada pengobatan medis.

Saya menyelesaikan pendidikan spesialis pada tahun 2005, setelah belajar di National Cancer Centre di Singapura dan Royal Marsden Hospital di London. Saya bergabung dengan Parkway Cancer Centre pada tahun 2012.

Bagaimana perjalanan hari Anda biasanya?

Biasanya saya mulai bekerja pada pukul 8.30 pagi dan selesai sekitar pukul 6 sore, namun ini dapat juga diperpanjang hinggal pukul 9 atau 10 malam pada masa-masa sibuk.

Saya menghabiskan 60 persen dari waktu saya di klinik atau bangsal untuk merawat para pasien. Sekitar 30 persen waktu saya digunakan dalam perencanaan komputer untuk radioterapi dan 10 persen waktu saya yang lainnya digunakan untuk melakukan kegiatan seperti dewan tumor (rapat gabungan dengan para ahli bedah, ahli onkologi medis dan ahli radiologi untuk mendiskusikan pengobatan kasus-kasus yang sulit) dan hal-hal administrative lainnya.

Dapatkah Anda menggambarkan apa yang terjadi saat seorang pasien datang menemui Anda?

Pertama-tama saya akan mengkaji hasil pemindaian dan melihat apa yang perlu diobati. Kemudian saya harus memutuskan dosisnya, dan mempertimbangkan efek samping serta kemungkinan keberhasilannya. Kemudian saya menjelaskan mengenai semua hal ini kepada pasien.

Saya menjelaskan kepada pasien bagaimana terapi radiasi dilakukan, dan bagaimana pasien harus merawat dirinya sendiri, baik sebelum dan setelah pengobatan.

Kunjungan berikutnya adalah persiapan radiasi. Pasien dalam keadaan tidak boleh bergerak, lalu pemindaian CT dilakukan. Tidak bergerak merupakan hal yang penting karena kita membutuhkan posisi yang akurat dan konsisten dari daerah yang akan diobati.

Kita harus menentukan lokasi tumor dan organ normal yang kritis. Ini memakan waktu sekitar setengah jam. Dalam satu hingga empat hari kemudian, saya akan melakukan perencanaan komputer. Kasus yang sederhana dapat dilakukan dalam satu jam, sementara kasus yang kompleks dapat memakan waktu beberapa hari. Tumor yang terletak di kepala dan leher cenderung lebih menantang, khususnya bila tumor mulai berkembang di dekat saraf mata dan otak.

Komputer melakukan sebagian besar tugas utama dengan melakukan perencanaan awal, namun ini harus disesuaikan secara manual. Apa yang saya lakukan adalah mengubah variabel yang berbeda agar berkas sinar dapat lebih tepat. Untunglah, ada kemajuan teknologi dan ini membantu mempercepat pekerjaan. Pada tahun 2001, komputer akan memakan waktu sepanjang malam untuk menghasilkan sebuah rencana. Kini, komputer dapat menghasilkan sebuah rencana dalam hitungan menit.

Tepat sebelum dilakukan sesi radiasi yang sebenarnya, pemindaian CT dilakukan untuk menyesuaikan posisi selama berlangsungnya sesi.

Pengobatan radioterapi biasanya dilakukan dalam beberapa sesi guna menyelamatkan organ-organ yang normal dan mengurangi efek samping. Dalam beberapa minggu. Anda dapat mengakumulasikan dosis keseluruhan yang besar untuk mencapai tingkat kesembuhan kanker yang lebih tinggi sementara tetap menjaga keselamatan jaringan normal. Ini juga memungkinkan sel-sel normal untuk pulih pada masa di antara sesi yang dilakukan.

Meskipun Anda berharap dapat menyelamatkan semua pasien Anda, namun hal ini tidaklah selalu mungkin untuk dilakukan. Bagaimana Anda menghadapi kepergian pasien Anda?

Terutama terasa sangat sulit bila radioterapi diberikan dengan tujuan untuk menyembuhkan kanker yang ‘baik’ namun kemudian pasien kambuh kembali.

Saya diserang oleh rasa bersalah dan patah semangat meskipun hal ini tidaklah tepat. Saya akan melakukan refleksi diri, mengecek mengenai diri saya kepada para dokter yang lain dan para staf, mencari faktor apa yang tidak ideal dalam proses radioterapi untuk melihat apakah sebenarnya ada yang dapat dilakukan dengan lebih baik lagi, bukan hanya untuk menenangkan perasaan saya, tetapi juga untuk memastikan bahwa pasien-pasien di masa yang akan datang akan memperoleh manfaat dari proses yang terus-menerus diperbaiki.

Biasanya, saya tidak menemukan adanya kesalahan dan harus menerima bahwa itu hanyalah sebuah nasib buruk. Memang pada dasarnya itu adalah sifat dari penyakit kanker, dimana beberapa pasien akan mengalami kekambuhan walaupun diobati di tempat-tempat yang terbaik sekalipun. Kini saya harus menerima hal ini dan terus berjalan.

Yang membuat saya terus bertahan adalah pasien-pasien yang hasilnya baik, yaitu pasien-pasien yang berhasil disembuhkan atau diredakan gejalanya.

Baru-baru ini saya menerima sebuah email dari seorang pasien yang saya tangani empat tahun yang lalu. Ia berasal dari Papua Nugini. Ia menderita kanker nasofaring yang besar; kanker tersebut sampai keluar dari rongga mata dan pipinya. Ia baik-baik saja setelah pengobatan. Kankernya hilang seluruhnya dan setiap tahun ia mengirimkan sebuah email kepada saya untuk berterima kasih: “Saya masih tetap baik-baik saja. Anda telah menyelamatkan hidup saya. Semoga Tuhan memberkati Anda.”

Saya baru saja bertemu dengan seorang remaja Indonesia yang tumor otaknya saya tangani empat tahun yang lalu. Tampaknya kini ia sudah sembuh. Satu hal yang saya khawatirkan adalah pengobatan yang dilakukan akan mempengaruhi perkembangan kognitif dan hormonalnya. Untunglah, tampaknya ia baik-baik saja di sekolah dan ia lebih tinggi dari kedua orang tuanya.

Keberhasilan-keberhasilan seperti ini membantu Anda secara emosional untuk mengatasi kehilangan yang selalu Anda hadapi.

Apa sajakah kesalahpahaman yang umum terjadi mengenai terapi radiasi yang harus Anda hadapi ketika Anda bertemu dengan pasien?

Ada keyakinan yang sudah lama bahwa radioterapi adalah pengobatan yang sangat merusak. Keyakinan ini mungkin timbul dari para pasien yang harus melakukan radioterapi di masa lampau yang belum menggunakan teknologi maju.

Selama 18 tahun saya berkecimpung dalam dunia onkologi radiasi, saya telah melihat berbagai terobosan kecil dan besar dalam penghantaran berkas sinar yang lebih akurat atau terfokus, sehingga dapat mengendalikan kanker dengan lebih baik dan memberikan efek samping yang lebih sedikit.

Saya hendak meyakinkan para pasien bahwa kami dapat melakukan radioterapi dengan jauh lebih baik dibanding dengan 20 hingga 30 tahun yang lalu. Dan ini terus berkembang dan bertambah baik.

Apa harapan Anda bagi masa yang akan datang?

Untuk bidang saya, saya berharap akan terus ada cara baru atau cara yang lebih baik untuk menghantarkan radiasi yang dapat mengendalikan kanker dengan lebih baik serta efek samping yang lebih sedikit. Saya berharap teknologi komputer akan mengurangi waktu dan tenaga kerja yang saat ini dibutuhkan untuk menghasilkan rencana radioterapi yang baik. Pada saat yang sama, saya juga berharap agar perangkat keras dan perangkat lunak yang baru akan tetap terjangkau harganya bagi sebagian besar pasien.

Jimmy Yap



Tags: kisah dokter spesialis kanker, radioterapi (terapi radiasi), tumor