‘Saat yang menggembirakan’

Dr Chin Tan Min, yang bergabung dengan Parkway Cancer Centre pada bulan Agustus tahun 2019, bersyukur atas berbagai kemajuan yang memberikan lebih banyak pilihan pengobatan bagi para pasien kanker.

Mengapa Anda memilih untuk menjadi seorang dokter ahli onkologi medis?

Sebagai seorang dokter junior yang menjalani pelatihan, saya tertarik pada keahlian yang menawarkan perawatan multi disiplin dan menyeluruh, dan ini meliputi kedokteran geriatrik dan onkologi medis. Pada akhirnya, saya memilih onkologi medis karena ini merupakan bidang keahlian yang menarik dan berkembang pesat dengan banyak kemajuan dalam bidang ilmiah dan pengobatan.

Anda telah menjadi seorang dokter selama 22 tahun, dimana 14 tahun di antaranya sebagai seorang dokter ahli onkologi medis. Apa yang membuat Anda terus bertahan?

Ini merupakan perjalanan belajar yang menarik (baik sebagai yang diajar dan yang mengajar), berkontribusi kembali kepada masyarakat, dan menabur kebaikan bagi para dokter dari generasi yang lebih muda. Kadang kala sulit rasanya untuk menjaga antusiasme dan energi. Namun, profesi dokter adalah profesi yang mulia dan memuaskan, dan sangat sering kami diingatkan dalam rangkaian pekerjaan sehari-hari bahwa kami dapat membawa perubahan yang signifikan dalam hidup seseorang. Ini yang membuat saya terus bertahan.

Persaudaraan dalam onkologi medis dan kedokteran sangat erat dan saling mendukung. Saya sangat beruntung memiliki banyak mentor dan kolega yang hebat, yang memberikan banyak kesempatan kepada saya serta membimbing dan mendukung saya di sepanjang jalan. Sebagai gantinya, kami melatih generasi yang lebih muda, dan ini membuat pekerjaan kami penuh arti.

Banyaknya kemajuan dalam bidang onkologi medis juga membantu, dan dengan demikian, tidak ada waktu untuk rasa bosan! Seseorang harus dapat mengikuti bidang yang berubah dengan cepat untuk memberikan yang terbaik bagi para pasien kami.

Mengapa Anda memilih untuk mengambil spesialisasi dalam kanker paru? Apa yang memengaruhi keputusan Anda?

Saya kira itu semua mengenai kesempatan dan waktu. Dulu kanker paru merupakan salah satu kanker yang paling umum dijumpai di Singapura dan juga di seluruh dunia, dan sayangnya juga bertanggung jawab terhadap sebagian besar kematian akibat kanker di Singapura. Pada pasien yang menderita kanker paru stadium akhir, dulu tidak banyak pengobatan yang dapat ditawarkan selain kemoterapi. Kanker paru merupakan area yang memiliki kebutuhan besar.

Pada awal tahun 2000-an, ketika saya masih menjadi peserta didik muda dalam bidang onkologi medis, menjadi jelas bahwa jenis kanker paru tertentu akan memberikan respons yang sangat baik terhadap obat-obatan oral. Kebetulan salah satu pasien saya adalah seorang wanita yang masih sangat muda yang tidak setuju dengan kemoterapi (yang merupakan pengobatan standar untuk kanker paru pada masa itu) serta efek sampingnya yang berupa kerontokan rambut. Ia sering batuk-batuk, menghasilkan bergelas-gelas dahak, dan tidak dapat menyelesaikan kalimat-kalimatnya.

Kami mengobatinya dengan obat-obatan oral, dan dalam hitungan hari, ia menjadi orang yang sangat berbeda – jauh lebih gembira, tidak harus mengatur napasnya, dan tidak sering batuk-batuk.

Bagi seorang dokter muda yang mudah terkesan, hal ini sangat memotivasi, mengetahui bahwa kami dapat membuat pasien merasa lebih baik dengan obat-obatan oral yang memiliki respons cepat dan efek samping yang minimal. Kemungkinan pasien ini menjadi titik balik pilihan saya untuk mengambil sub-spesialisasi dalam bidang kanker paru.

Kini kami mengetahui bahwa wanita ini memiliki sub-tipe kanker paru yang spesifik yang menyimpan kelainan genetik tertentu, sehingga memungkinkan obat-obatan oral untuk menjadikan kankernya sebagai sasaran. “Pengendali genetik” ini cenderung lebih banyak dijumpai pada wanita Asia dan orang yang tidak merokok, dan kemungkinan mewakili bagian kanker paru yang berbeda dari yang menyerang para perokok.

Bagaimana perubahan dalam pengobatan kanker paru sejak saat itu?

Kami telah menyadari pentingnya memiliki pemeriksaan yang memungkinkan kami untuk mengidentifikasi “pengendali genetik” ini, serta  mengidentifikasi sebagian pasien yang akan memberikan respons yang baik terhadap obat-obatan oral.

Sebagai contoh, kami telah memiliki perangkat pemeriksaan lokal yang memfasilitasi deteksi pengendali serta penanda genetik yang relevan, sehingga memungkinkan pasien yang sesuai untuk memperoleh pengobatan yang paling tepat dengan masa tunggu yang sesingkat mungkin.

Kami juga telah merancang pemeriksaan “biopsi cair” berbasis darah yang tidak terlalu invasif bila dibandingkan dengan biopsi dan dapat diulang dengan mudah untuk melihat kankernya kapan saja. Ini memungkinkan dokter untuk menyesuaikan pengobatan selanjutnya berdasarkan profil tumor masing-masing pasien.

Bidang kanker paru telah mengalami banyak kemajuan, mulai dari mencari satu gen hingga menargetkan banyak gen serta sasaran, dan mulai dari pemeriksaan berbasis tumor hingga pemeriksaan berbasis darah. Saya sangat beruntung praktik dalam era onkologi medis ini, dimana ada banyak temuan secara terus-menerus dan cepat. Temuan-temuan ini menjadi kemajuan dan pilihan pengobatan yang sangat berarti bagi para pasien kami.

Seperti apa keseharian Anda di Parkway Cancer Centre?

Biasanya saya memulai hari saya pada pukul 8 pagi dengan secangkir kopi dan sarapan yang baik yang dapat membuat saya tetap kenyang hingga siang hari. Pagi hari biasanya dilalui dengan memeriksa pasien-pasien di ruang rawat inap, kemudian diikuti dengan menjumpai para pasien di klinik sepanjang sisa hari tersebut. Biasanya saya beristirahat di pertengahan antara siang dan sore hari, dan bila memungkinkan berjalan keluar sebentar untuk makan siang – untuk mendapatkan sinar matahari dan berolahraga (meskipun sangat sedikit), dan untuk berbincang dengan beberapa kolega. Sebelum pulang ke rumah pada malam hari, biasanya saya akan kembali mengkaji pasien di ruang rawat inap atau hasil pemindaian yang perlu ditindaklanjuti.

Dokter dapat memiliki hubungan yang erat dengan para pasien mereka, kehilangan pasien di sepanjang perjalanan tentunya merupakan hal yang sulit. Bagaimana rasanya bagi Anda?

Sebagai seorang dokter ahli onkologi medis, kami beruntung diperlengkapi dengan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan diskusi konsultasi sarat pengetahuan dengan para pasien dan keluarga mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, dapat terbentuk ikatan yang kuat antara para pasien dan dokter, dan rasanya menjadi semakin sulit ketika pasien meninggal dunia. Namun ini merupakan hal yang tak dapat dihindari.

Saya selalu mengatakan kepada para pasien saya, “Hanya ada satu kemungkinan dan kepastian pada saat kita lahir, yaitu kita semua pada suatu hari akan mati.” Yang penting adalah bagaimana kita menggunakan waktu yang kita miliki dengan sebaik mungkin, dan dengan melihat bahwa hidup dapat berlangsung singkat serta tidak seperti yang diharapkan telah mengajarkan saya untuk menjalani hidup sebaik mungkin setiap hari.

Yang juga menghibur saya adalah bahwa kami memberikan kenyamanan dan perawatan yang baik pada semua pasien, terlepas dari apa tujuan pengobatan yang diberikan.

Ada banyak pasien yang dengan cara yang berbeda-beda mengajarkan saya seberapa kuat manusia dalam menghadapi kesulitan. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga.

Saya juga telah belajar bahwa tidak peduli siapapun dan di manapun seseorang berada, dalam hari-hari terakhir hidup kita, yang paling penting secara umum adalah sama – dan secara mengejutkan sederhana saja: Yaitu kita telah berdamai dan menjalani kehidupan yang bahagia tanpa banyak penyesalan.

Dokter menjalani hari-hari yang panjang. Bagaimana Anda dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan?

Saya harus mengakui bahwa ini merupakan sebuah konsep yang masih sulit saya mengerti karena sungguh tidak mudah untuk memisahkan dengan jelas antara pekerjaan dan kehidupan di rumah. Sering kali pekerjaan mengikuti seseorang hingga ke rumah – bila tidak secara fisik dengan laptop, maka dapat secara mental. Setelah bertahun-tahun, saya memahami bahwa yang paling penting bukanlah pemisahan yang jelas, melainkan memastikan bahwa seseorang merasa terpenuhi dengan pekerjaan yang ia lakukan. Dengan begitu, saya tidak terlalu keberatan meskipun misalnya pekerjaan terlalu banyak.

Dalam hal keluarga, suami saya juga seorang dokter dan kami memiliki dua orang anak yang masih kecil. Karena telah melihat penyakit dalam profesi kami, kami menghargai kesehatan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, kami pada umumnya menjadi orang tua yang bebas, percaya bahwa anak-anak kami harus menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat bermain, gembira dan tanpa beban.

Kami berusaha menyisihkan akhir pekan untuk waktu bersama keluarga, dan biasanya menantikan sarapan yang mudah di hari Minggu dan menghabiskan waktu bersama – berjalan-jalan di alam atau mencoba memasak makanan baru di dapur.

Apa harapan Anda bagi pengobatan kanker di masa yang akan datang?

Sebagian besar orang takut akan diagnosis kanker, karena biasanya memunculkan gambaran akan nyeri, penderitaan, serta kelangsungan hidup yang terbatas. Beberapa hal tersebut mungkin benar, dan meskipun pengobatan kanker telah mengalami banyak kemajuan, masih banyak pasien yang meninggal meskipun telah dilakukan usaha yang terbaik.

Harapan saya untuk ilmu kedokteran dalam bidang kanker adalah…

…Dapat menyembuhkan lebih banyak pasien kanker. Ini berarti dapat mendeteksi kanker secara lebih dini, yang mana merupakan salah satu strategi yang lebih baik untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas kanker.

…Dapat mengobati kanker stadium lanjut sebagai penyakit kronis daripada sebagai penyakit terminal, sama seperti bagaimana kita dapat mengobati kondisi-kondisi kronis, seperti misalnya diabetes dan tekanan darah tinggi, secara efektif. Kita belum benar-benar mencapai tahap itu, namun dengan datangnya obat-obat baru melalui pipeline dan penelitian kanker yang sedang berjalan, saya berharap hal ini dapat terealisasi dalam waktu dekat.

…Dapat meningkatkan kesadaran pasien akan banyaknya pilihan pengobatan yang efektif bagi kanker, sehingga mereka tidak menghindari pengobatan karena takut akan efek sampingnya. Banyak pasien yang melepaskan diri dari pengobatan konvensional dan menjalani pengobatan alternatif karena memiliki gambaran yang tidak tepat mengenai buruknya efek samping yang dapat dialami. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa kini ada banyak obat-obatan pendukung yang bagus untuk mengatasi efek samping, dan sebagian besar pasien dapat menjalani pengobatan tanpa mengalami terlalu banyak efek samping.



Tags: cara baru untuk mengobati kanker, efek samping yang umum dari pengobatan kanker, infeksi paru, kisah dokter spesialis kanker, obat kanker, terobosan terbaru dalam pengobatan kanker