Para pejuang kanker yang ingin sehat dan mengurangi risiko kambuhnya kanker haruslah ramping dan makan makanan yang sehat, ujar Gerard Wong, Ahli Diet Senior di Parkway Cancer Centre.

Anda telah menyelesaikan pengobatan kanker dan kini tidak sabar untuk menjalani kehidupan Anda selanjutnya. Namun, setelah kini Anda diberikan kesempatan yang lain, Anda hendak memastikan bahwa Anda menjalani hidup sesehat mungkin. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjalani kehidupan yang bebas kanker? Diet apakah yang terbaik agar tetap sehat? Dan apakah makan makanan tertentu dapat menghindari kanker?

Menurut Gerard Wong, Ahli Diet Senior di Parkway Cancer Centre, tidak ada makanan khusus yang harus dimakan oleh pasien pasca pengobatan. Para pejuang kanker makan makanan yang sama dengan semua orang yang ingin sehat.

“Makan makanan yang seimbang dan nikmati beraneka ragam buah-buahan serta sayur-mayur, memiliki makanan yang mengandung lebih banyak serat, memilih gandum bila memungkinkan,” ujarnya.

Meski demikian, terdapat beberapa hal khusus yang dapat dilakukan oleh kita semua untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker, ujar Gerard. Merangkum tinjauan penelitian yang dilakukan oleh World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research, ia memberikan poin-poin berikut ini:

  • Jadilah seramping mungkin dalam batasan berat tubuh yang normal
  • Aktiflah secara fisik sebagai bagian dari kehidupan setiap hari
  • Batasi konsumsi makanan padat energy  dan hindari minuman yang mengandung gula
  • Makan makanan yang sebagian besar berasal dari tumbuhan
  • Batasi asupan daging merah dan hindari daging yang telah diproses
  • Batasi minuman beralkohol; tidak lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung garam, makanan yang diasap, dan hindari makanan yang berjamur seperti misalnya kentang yang telah berubah warna menjadi hijau dan bertunas, atau makanan yang telah kedaluwarsa

Melihat daftar tersebut, jelaslah bahwa meskipun tidak ada makanan khusus yang harus dimakan, terdapat beberapa makanan yang harus dihindari.

“Merupakan hal yang bijaksana untuk membatasi asupan daging yang diproses, biji-bijian yang telah diproses dan makanan yang tinggi lemak/padat energi,” ujar Gerard.

Garam dan makanan yang diasinkan harus tetap dalam batas minimal – penelitian sangat memperlihatkan bahwa risiko terjadinya kanker lambung meningkat seiring dengan tingginya asupan garam dan beragam makanan tradisional yang diasinkan, seperti ikan asin, daging yang diasinkan dan diasap, serta sayur asin.

Selain itu, asupan garam yang tinggi merusak lapisan perut dan dapat mendorong terjadinya efek yang disebabkan oleh karsinogen yang berasal dari makanan, ujarnya.

Resep Gerard untuk diet yang sehat terdiri dari makan protein, karbohidrat, minyak dan serat yang tepat. Untuk protein, ia merekomendasikan daging segar dan protein berkualitas baik, seperti ikan, ayam dan daging tanpa lemak daripada bakso ikan, nugget ayam, atau irisan daging cincang. Orang juga harus memangkas jumlah daging merah yang dikonsumsinya.

“Meskipun daging merah merupakan sumber protein dan zat besi yang baik, cobalah untuk mengkonsumsinya kurang dari 500g per minggu,” ia berkata.

Dalam hal karbohidrat, orang harus memilih pilihan yang mengandung lebih banyak serat, gandum bila memungkinkan. Ini berarti makan lebih banyak beras cokelat dan juga roti gandum.

Meskipun tidak banyak orang yang ingin menjadi gemuk, mengkonsumsi lemak sangatlan penting karena ia merupakan sumber energi. Namun, ada lemak yang baik dan lemak yang tidak baik, sehingga Anda harus memilihnya dengan hati-hati. Batasi asupan lemak jenuh. Sebagai gantinya, Gerard merekomendasikan untuk menggunakan beragam minyak goreng tak jenuh, seperti minyak zaitun, bunga matahari dan minyak dedak padi.

Penting juga untuk memiliki serat yang cukup dalam diet Anda. Sumber serat yang baik berasal dari berbagai sumber, seperti produk-produk gandum, buah-buahan dan sayur-mayur, ujarnya.

Manfaat lain dari makan banyak buah-buahan dan sayur-mayur adalah semua ini cenderung memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, yang melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul-molekul yang tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas. Ini menjadi perhatian karena kerusakn yang disebabkan oleh radikal bebas dalam jangka panjang meningkatkan risiko terjadinya kanker.

“Mengkonsumsi beraneka ragam buah dan sayuran segar cukup untuk memastikan bahwa Anda memperoleh vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai antioksidan,” kata Gerard.

Tidak perlu secara khusus mencari makanan yang mengandung antioksidan.

Meskipun orang harus tetap menjalani diet yang sehat, ini bukan berarti bahwa beras cokelat dan sayuran rebus adalah satu-satunya makanan yang dapat mereka makan. Bahkan di saat kita merawat tubuh kita, “sama pentingnya untuk menikmati makanan kita dan sesekali memanjakan diri untuk memuaskan hati,” ujarnya.

Jimmy Yap



Tags: diet & nutrisi untuk pasien kanker, karsinogen, kekambuhan / kambuhnya kanker, kelangsungan hidup pasien kanker, makanan & memasak yang sehat