Kanker Payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel-sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya.

Seberapa umumkah Kanker Payudara?

Kanker Payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita dan berada di peringkat kedua sebagai kanker yang paling umum dari semua kanker. Kasus tertinggi terjadi pada kelompok umur 55-59 tahun. Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Kabar baiknya sekarang adalah banyak wanita kini mampu melawan kanker payudara karena melakukan deteksi dini serta meningkatnya kualitas pengobatan.

Apakah Penyebabnya?

Faktor pemicu kanker ini belum dapat diketahui. Namun hal ini bisaditelusuri dari sejarah keluarga yang mengidap kanker payudara, siklus menstruasi dini, atau kemungkinan faktor risiko lainnya. Karena begitu sulit untuk dipastikan, masing-masing kita memiliki risiko terkena kanker payudara, khususnya saat kita berusia 40 tahun atau lebih. Walaupun faktor penyebabnya masih tidak diketahui, akan tetapi penyembuhan total sangat dimungkinkan dengan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara secara teratur.

Gejala-gejala

Tanda-tanda Kanker Payudara:

  • Benjolan yang tidak terasa sakit pada payudara
  • Gatal dan ruam yang terus menerus di sekitar puting
  • Pendarahan atau keluarnya cairan dari puting yang tidak biasanya
  • Kulit payudara membengkak dan menebal
  • Kulit payudara mengkerut atau menjadi cekung
  • Puting melesak ke dalam

Panduan Cara Memeriksa Payudara

39 TAHUN KE BAWAH

  • Pemeriksaanpayudarasendirisecara bulanan

40 S/D 49 TAHUN

  • Pemeriksaanpayudarasendirisecara bulanan
  • Lakukan pemeriksaan mamografi tahunan

50 TAHUN KE ATAS

  • Pemeriksaanpayudarasendirisecara bulanan
  • Lakukan pemeriksaan mamografi 2 tahunan

Diagnosa

  • Pemeriksaan Klini – Khususnya bila benjolan, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan payudara yang tidak biasa terjadi.
  • Mamografi – Metode ini dapat mendeteksi perubahan seperti kepadatan yang tidak normal atau terjadinya deposit kalsium.
  • PemindaianUltrasonografi–Metodeinidigunakanuntukmendeteksi pada area khusus yang ditemukan dalam pemeriksaan mamografi atau dapat dilakukan untuk mendeteksi kondisi abnormal yang tidak terlihat pada mamografi. Pemindaian ultrasonografi dapat membedakan antara massa yang padat, yang kemungkinan kanker, atau kista yang berisi cairan yang biasanya bukan merupakan kanker.
  • Pencitraan Resonansi Magnetik, MRI – Pada beberapa kasus, pasien harus menjalani pemindaian MRI untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih jelas pada area yang diduga terkena kanker. Metode ini sangat berguna bagi wanita yang berusia muda karena pada usianya mereka memiliki kepadatan jaringan payudara yang lebih besar dan tes visual konvensional seperti mamografi ataupun ultrasonografi menjadi kurang sensitif dan spesifik untuk mendeteksi kanker payudara.

Apakah itu Biopsi?
Untuk memastikan kanker payudara, sebuah biopsi harus dilakukan di mana bagian dari jaringan sel yang diduga kanker diangkat dan diperiksa dengan mikroskop.

Teknik biopsi umum:

  • Aspirasi Jarum Halus (FNA)
  • Biopsi Jarum Inti (Core Needle) atau Biopsi Tru-cut
  • Biopsi Eksisi (Excision Biopsy)

Bagaimana Kanker Payudara diperiksa?

TAHAPAN/LUAS PENYEBARAN

Tahapan Luas Penyebaran Tingkat Rata-Rata Kelangsungan Hidup Selama 5 Tahun (%)
0 Kanker non-invasif 99
I

Kanker invasif kecil
(kurang dari 2cm tanpa penyebaran ke arah kelenjar getah bening aksila)

90
II

Kanker invasif
(antara 2-5cm atau/ dengan penyebaran pada kelenjar getah bening)

70
III

Kanker invasif besar
(lebih dari 5cm dengan penyebaran pada kulit atau beberapa kelenjar getah bening)

40
IV Penyebaran yang luas atau Kanker metastatis 20

Ukuran Tumor

Secara umum, semakin besar ukuran tumor, semakin besar kemungkinan untuk kanker payudara kembali menyerang.

Tingkat Histologis Tumor

Merujuk pada seberapa banyak sel tumor yang memiliki kemiripan dengan sel normal dilihat dari mikroskop; skala tingkat 1 sampai dengan 3. Tumor tingkat 3 mengandung sel kanker yang tumbuh pesat. Semakin tinggi tingkat histologis tumor, semakin besar resiko kanker payudara kembali.

Kelenjar Getah Bening

Jumlah kelenjar getah bening yang berada di ketiak, di sisi yang sama pada payudara yang terkena kanker, bisa jadi indikator penting. Semakin besar jumlah kelenjar yang positif diasosiasikan dengan hasil yang kurang baik dan memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih agresif.

ER/PR

Sekitar dua pertiga dari semua kanker payudara memiliki tingkat esterogen yang signifikan dan/atau reseptor progesteron. Mereka dirujuk sebagai tumor reseptor esterogen positif (ER+). Tumor ER+ cenderung tumbuh kurang agresif dan dapat diobati dengan pengobatan menggunakan hormon.

HER2/erbB2

HER2 adalah sebuah protein yang ditemukanpada permukaan dari sel kanker tertentu. Sebuah tumor dapat digambarkan sebagai HER2-positif apabila tumor tersebut memiliki lebih banyak reseptor HER2 dibanding dengan yang lain. Sekitar 20-25% dari semua kanker payudara memilikitumor dengan label HER2-positif. Tumor HER2-positif cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis-jenis kanker payudara lainnya. Dengan mengetahui apakah sebuah kanker adalah HER2-positif dapat mempengaruhi pilihan pengobatan yang dapat diambil, karena wanita dengan tumor sejenis ini dapat diuntungkan dengan terapi terarah anti HER2.

Bagaimana Kanker Payudara diobati?

Pilihan pengobatan dan prognosis (peluang kesembuhan) tergantung dari tahapan kanker (apakah kanker tersebut hanya ada di payudara atau sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya), tipe kanker payudara, karakteristik dari sel kanker dan apakah kanker tersebut ditemukan pada sisi payudara yang lain. Usia seorang wanita, status menopause (apakah wanita tersebut masih memiliki siklus haid) dan kondisi kesehatan umumnya dapat mempengaruhi pilihan pengobatan dan prognosis.

Bedah

Pembedahan adalah prosedur yang umum untuk mengangkat kanker. Beberapa bentuk prosedur bedah termasuk:

1. Bedah dengan mempertahankan payudara

  • Lumpektomi atau Wide Local Excision – pengangkatan kanker dan sedikit jaringan di sekitarnya.
  • Kuadrantektomi – pengangkatan kanker dengan mengangkat lebih banyak jaringan disekitarnya dibandingkan dengan lumpektomi. Untuk prosedur kuadrantektomi, seperempat bagian dari payudara diangkat.

2. Mastektomi – pengangkatan seluruh bagian payudara dengan atau tanpa jaringan kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Saat kedua prosedur bedah payudara, beberapa sel kelenjar getah bening di bawah ketiak juga akan diambil untuk pemeriksaan.

Rehabilitasi

Rehabilitasi fisik termasuk:

  • Latihan bahu sesudah pembedahan
  • Perawatan tangan untuk mencegah lymphoedema
  • Gizi yang seimbang dan adaptasi gaya hidup untuk meningkatkan penyembuhan

Rehabilitasi Mental meliputi:

  • Dukungan yang kuat dari pasangan, keluarga, teman, dan kelompok pendukung
  • Seorang wanita bisa merasa lebih tenang dengan mengetahui peluang kesembuhannya
  • Mengunjungi dokter secara teratur

Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker. Tujuannya adalah untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa di sekitar payudara.

Radioterapi sangatlah vital setelah prosedur bedah yang mempertahankan payudara, seperti lumpektomi, karena sebagian besar jaringan payudara dibiarkan utuh. Terapi ini akan mengurangi kemungkinan kembalinya kanker payudara.

Pada umumnya, wanita yang menjalani prosedur mastektomi tidak memerlukan radioterapi. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, prosedur ini perlu dilakukan untuk merawat dinding dada dan

kelenjar getah bening yang ada pada ketiak, bila risiko kembalinya kanker secara lokal dianggap masih cukup tinggi berdasarkan ukuran dan batasnya.

Apakah cara pendekatan terbaik untuk perawatan?
Pengembangan rencana perawatan yang dilakukan oleh tim multidisiplin – ahli bedah payudara, ahli patologi, radiologi, onkologi medis & radiasi, pekerja sosial dan perawat spesialis payudara, untuk mendiagnosis, merawat serta menjaga kondisi pasien telah menunjukkan adanya peningkatan hasil perawatan pasien kanker.

Dukungan apa yang tersedia?

CanHOPE adalah pelayanan non-profit untuk konseling dan dukungan kanker yang disediakan oleh Parkway Cancer Centre, Singapura. CanHOPE terdiri dari tim pendukung yang berpengalaman serta berpengetahuan luas dengan akses informasi komprehensif serta topik-topik yang bervariasi dalam hal pendidikan dan panduan pengobatan kanker.

CanHOPE menyediakan:

  • Informasi kanker terkini untuk pasien, termasuk cara-cara mencegah kanker, gejala-gejala, resiko, tes skrining, diagnosa, pengobatan serta kajian ilmiah terkini yang ada.
  • Referensi untuk pelayanan yang terkait dengan pengobatan kanker, seperti fasilitas diagnosa dan skrining, pusat-pusat pengobatan dan konsultasi dengan spesialis yang tepat.
  • Konseling dan saran-saran kanker, yang meliputi pembuatan strategi dalam menangani efek samping pengobatan, menghadapi kanker, pola makan dan nutrisi.
  • Dukungan emosional dan psikososial untuk mereka yang terkena kanker dan mereka yang merawatnya.
  • Aktivitas Kelompok Pendukung, dengan penekanan pada pengetahuan, ketrampilan serta aktivitas pendukung lainnya untuk mengajarkan serta menciptakan kepedulian untuk pasien dan pendampingnya.
  • Sumberdaya untuk pelayanan dukungan serta rehabilitasi.
  • Pelayanan Palliative care untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang terkena kanker dengan stadium lanjut.

Tim CanHOPE akan terus mengiringi setiap langkah pasien kanker dan memberikan dukungan serta perawatan personal, sesuai dengan tujuan mereka, untuk berbagi sedikit harapan kepada setiap orang yang mereka temui.