Pasien yang selamat dari kanker dapat diserang lagi oleh kanker yang berbeda. Konsultan Bedah Payudara dan Umum Dr Esther Chuwa menjawab pertanyaan mengenai kanker sekunder.

Setelah seorang pasien selamat dari kanker, ia dapat diserang oleh kanker yang berbeda yang berkembang dalam bagian tubuh yang lain. Kanker seperti ini disebut kanker sekunder atau kanker kedua, dan biasanya tidak berkaitan dengan kanker yang pertama. Mereka tidak disebabkan oleh kambuhnya atau penyebaran kanker yang pertama.

Bagaimana terbentuknya kanker sekunder?

Ironisnya, kanker sekunder dapat terjadi akibat pengobatan yang lebih berhasil dan hasil kelangsungan hidup yang lebih baik. Karena bertahan hidup lebih lama dari kanker yang pertama, maka pasien-pasien ini kini rentan terhadap “serangan kedua”.

Kanker yang pertama dan kedua dapat memiliki faktor risiko yang sama, seperti misalnya predisposisi genetik, faktor hormon dan faktor gaya hidup seperti obesitas, asupan alkohol dan merokok. Sebagai contoh, pasien yang merupakan pembawa mutasi genetik gen BRCA menghadapi risiko yang lebih besar untuk terkena kanker payudara, kanker indung telur dan kanker usus besar yang kedua. Obesitas juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, seperti kanker payudara, rahim, usus besar dan ginjal.

Kanker kedua juga dapat diakibatkan oleh pengobatan kanker yang pertama. Sebagai contoh, seorang gadis remaja yang menjalani radioterapi untuk limfoma Hodgkin menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara di kemudian hari. Kemoterapi yang digunakan pada beberapa orang yang rentan juga dapat meningkatkan risiko terkena leukemia di kemudian hari. Tamoksifen, yaitu sebuah obat anti hormon yang digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya kekambuhan kanker payudara, ditemukan menyebabkan terjadinya kanker endometrium atau rahim pada sekitar dua dari 1.000 wanita.

Seberapa seringkah terjadinya kanker payudara sekunder?

Meskipun jarang terjadi dimana seorang wanita yang mengalami kanker payudara pada satu payudara untuk kemudian terkena kanker payudara kedua pada payudara yang lainnya, pembawa mutasi BRCA1/2 menghadapi risiko yang lebih tinggi.

Risiko terjadinya kanker payudara kedua pada sisi sebelahnya 10 tahun setelah diagnosis kanker yang pertama adalah 5 hingga 10 persen bagi penyintas kanker payudara tanpa mutasi BRCA1/2, namun sekitar 10 hingga 30 persen bagi pembawa mutasi BRCA. Oleh sebab itu, pembawa mutasi tersebut dapat mempertimbangkan untuk melakukan mastektomi profilaksis atau pencegahan pada payudara sebelahnya untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara sekunder.

Namun, bagi orang yang bukan pembawa mutasi yang didiagnosis menderita kanker payudara pada sebuah payudara, operasi ini tidak memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup kecuali bila kanker yang kedua ditemukan pada stadium lanjut tahap akhir. Dalam hal apapun, ini merupakan skenario yang mungkin tidak akan terjadi karena semua penyintas kanker payudara dipantau secara ketat, dan biasanya diberikan beberapa bentuk pengobatan pencegahan seperti terapi anti-hormon atau kemoterapi.

Meski demikian, ada subkelompok tertentu dari orang yang bukan pembawa mutasi yang dapat memperoleh manfaat dari mastektomi sisi sebelahnya:

  • Wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara pada usia belia dan yang memiliki riwayat keluarga yang signifikan akan berbagai kanker namun tidak terlihat adanya mutasi genetik, atau wanita yang telah memutuskan untuk tidak menjalani pemeriksaan genetik.
  • Wanita yang memiliki rasa takut yang berlebihan dan melumpuhkan untuk kembali didiagnosis menderita kanker payudara.
  • Mereka yang memilih untuk memiliki simetri kosmetik dan menghadapi pilihan yang terbatas untuk rekonstruksi payudara satu sisi karena kondisi fisiknya.
  • Wanita yang memiliki payudara yang sangat padat dengan atau tanpa penyakit payudara fibrosistik (terdapat banyak nodul pada kedua payudara dan mikrokalsifikasi yang luas). Ini dapat membuat pengamatan melalui MRI dan biopsi untuk memeriksa keberadaan kanker yang lain menjadi sulit dan mahal.

Para wanita sebaiknya mendiskusikan faktor-faktor ini dengan dokter mereka sebelum mereka membuat keputusan untuk membuang payudara yang satu lagi.

Apa yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko terkena kanker payudara sekunder pada wanita yang berusia lebih muda?

Seorang wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara pada usia belia kemungkinan besar adalah pembawa mutasi BRCA1/2; mutasi ini juga mempengaruhi kemungkinannya untuk terkena kanker payudara yang kedua. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan genetik, karena hal ini akan membantu dokter untuk menangani risiko yang ada dengan lebih baik dan memantaunya secara ketat terhadap kanker lainnya.

Bahkan bila seorang wanita bukanlah pembawa mutasi BRCA1/2, didiagnosis menderita kanker payudara pada usia muda memberikan risiko yang lebih besar bagi kemungkinan kambuhnya kanker. Ini berarti dokter biasanya akan mengambil tindakan yang lebih agresif untuk memperbaiki hasil kelangsungan hidupnya. Sebagai hasil dari bertahan hidup lebih lama, mereka dapat menghadapi peningkatan risiko terkena kanker lainnya, yang dapat atau tidak berkaitan dengan pengobatan kanker sebelumnya.

Apa sajakah gejala kanker payudara sekunder?

Biasanya tidak ada gejala; kanker payudara sekunder umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan pengamatan.

Seberapa dapat disembuhkannyakah kanker payudara sekunder?

Mereka sangat dapat diobati karena biasanya terdeteksi pada stadium dini. Mereka biasanya tidak mempengaruhi hasil kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan. Dokter akan berusaha untuk menyembuhkannya dan mengobatinya seperti kanker yang pertama.

Apa saran Anda bagi para pasien yang didiagnosis menderita kanker payudara sekunder?

Pasien yang didiagnosis menderita kanker payudara sekunder seringkali melihatnya sebagai kemunduran ganda, dan merespon dengan keras. Sebagai contoh, mereka yang telah kehilangan teman atau anggota keluarga akibat kanker payudara sekunder, lebih mungkin untuk menjalani operasi profilaksis, bahkan ketika hanya ada sedikit manfaat dari melakukan hal tersebut.

Namun, pasien dapat bergembira dengan adanya kemajuan dalam uji diagnostik, teknik bedah dan obat-obat terapeutik. Angka kelangsungan hidup bagi banyak kanker, termasuk kanker payudara, usus dan prostate, telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1970. Dengan munculnya pengobatan kanker yang ditargetkan, kita dapat mengharapkan efek samping yang lebih sedikit, kualitas hidup yang lebih baik, dan meningkatnya angka kelangsungan hidup.

Kok Bee Eng



Tags: kanker metastatik, kemoterapi, mastektomi, mutasi kanker, obat kanker, riwayat kanker