Mekarnya kesehatan

Lokakarya mengenai yoga bunga membantu meningkatkan kesadaran akan kanker payudara.

Sebagian besar orang berpikir bahwa yoga adalah sebuah kegiatan yang hanya memberikan manfaat bagi orang yang melakukannya. Namun, pada pagi hari tanggal 12 Oktober 2018, sekitar 20-an wanita berkumpul untuk mengikuti sesi yoga khusus yang membantu mereka dan para pasien kanker pada saat yang bersamaan.

Para wanita ini menghadiri Bloom in Pink, yaitu sebuah lokakarya yang diselenggarakan oleh Parkway Cancer Centre (PCC) dan Expat Living untuk melakukan sesi yoga yang dilanjutkan dengan kegiatan merangkai bunga melibatkan penataan bunga . Para wanita tersebut kemudian dapat memilih untuk mengirimkan buket hasil karya mereka kepada seorang pasien kanker.

Sesi yoga yang berlangsung selama satu jam ini diselenggarakan di Hard Rock Café dan dipimpin oleh instruktur Francesca Harriman. Para peserta diberikan beberapa tangkai bunga mawar berwarna merah muda yang mereka pegang saat melakukan berbagai gerakan yoga. Satu demi satu tangkai mawar tersebut dimasukkan ke dalam sebuah botol kaca untuk membuat sebuah buket yang indah.

Setelah sesi yoga berakhir, para peserta beranjak ke lantai dua kafe untuk sarapan dan belajar lebih lanjut mengenai kanker darah dari Dr Wong Chiung Ing, konsultan senior onkologi medis dari PCC.

Setelah ceramah dari Dr Wong, Ibu Aly Khairuddin, seorang penyintas kanker darah, berbicara mengenai perjalanannya setelah didiagnosis menderita kanker pada tahun 2015. Pada saat itu, ia adalah seorang instruktur Pilates yang berusia 46 tahun dan kankernya ditemukan saat berada pada Stadium 1.

Meskipun terdiagnosis dini, perjalanannya melibatkan lebih dari enam operasi selama dua tahun karena terjadi komplikasi dari implant yang digunakannya setelah menjalani mastektomi pada kedua payudaranya. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk membuang implant tersebut.

Ia juga berbicara tentang menjalani rejimen kemoterapi yang sangat melelahkan yang membuatnya menjadi lemah, dan mengalami kerontokan rambut yang parah. “Anak-anak memberikan kekuatan kepada saya untuk melalui ini,” ujar ibu dari dua orang putri ini.

Meski demikian, kini, ia adalah pemilik dari sebuah studio Pilates yang menawarkan latihan Pilates dan pelatihan gizi. 

Ibu rumah tangga Louise Harrison, yang berusia 49 tahun, merupakan salah satu peserta dalam lokakarya Bloom in Pink. Ia menggambarkan lokakarya ini sebagai “acara yang fantastis”. “Ini merupakan suatu penyadaran. Ini membuat saya menyadari bahwa saya harus melakukan sesuatu bagi diri saya dan anak-anak saya,” ujar ibu yang memiliki dua orang putri ini.

Perhatikan diet Anda, perhatikan berat badan Anda

Dr Wong Chiung Ing dari Parkway Cancer Center membahas mengenai bagaimana Anda dapat mengurangi risiko Anda untuk terkena kanker payudara.

Mengubah diet Anda dan menurunkan berat badan dapat membantu untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena kanker payudara, ujar Dr Wong Chiung Ing, Dokter Ahli Onkologi Medis Senior di Parkway Cancer Centre.

Ketika berbicara pada Bloom in Pink, yaitu lokakarya yoga bunga di Hard Rock Cafe pada bulan Oktober tahun 2018, Dr Wong Chiung Ing menekankan bahwa beberapa diet meningkatkan kemungkinan terjadinya beberapa kanker.

“Diet tinggi lemak meningkatkan risiko terjadinya kanker usus, payudara, rahim, dan prostat,” ujarnya.

Kelebihan berat badan juga merupakan faktor risiko kanker payudara. Sel-sel lemak membuat estrogen dan sel-sel lemak yang berlebih membuat lebih banyak estrogen. Estrogen ini dapat menyebabkan terjadinya jenis kanker payudara tertentu, ujarnya.

Namun, meskipun diet dan berat badan dapat diubah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker payudara, ada faktor-faktor risiko lain yang tidak dapat diubah. Faktor-faktor ini meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga.

Dr Wong menjelaskan bahwa risiko terkena kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Bagi wanita yang berusia 20-an, risikonya adalah satu dari 1.500. Bagi wanita yang berusia 50-an, risikonya adalah satu dari 50.

Selain usia dan jenis kelamin, adanya riwayat kanker dalam keluarga juga dapat berarti bahwa seorang wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker payudara.

“Bila Anda memiliki banyak saudara tingkat pertama, termasuk saudara pria, yang terkena kanker, bisa jadi ini disebabkan oleh mutasi yang diwariskan yang menyebabkan kanker,” ujarnya.

Ia berbicara mengenai bintang Hollywood Angelina Jolie yang melakukan pembuangan kedua payudara dan ovariumnya meskipun ia tidak didiagnosis menderita kanker. Ini karena ia menemukan bahwa ia memiliki gen yang rusak yang membuatnya memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker payudara dan ovarium. Ia melakukan pemeriksaan ini karena ibunya meninggal dunia akibat kanker ovarium pada usia yang sangat muda.

Orang yang menderita kanker payudara memberikan respons yang lebih baik terhadap pengobatan bila penyakitnya ditemukan secara dini.

Secara keseluruhan, kanker payudara memiliki angka kematian sebesar 20 persen, namun bila terdeteksi pada stadium dini, maka ada kemungkinan untuk sembuh sebesar 90 persen. Namun, pada Stadium 4, kemungkinan untuk sembuh hanya berkisar antara tiga hingga tujuh persen.

Oleh sebab itu, penting untuk memantau tanda-tanda kanker payudara secara teratur, dengan menggunakan mammografi, dan dilengkapi dengan pemindaian ultrasonografi pada payudara, serta pemeriksaan payudara sendiri secara teratur.

Pengobatan kanker payudara terdiri dari operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan terapi terarah. Operasi penting untuk dilakukan dan di masa kini, dokter bedah berusaha untuk menyelamatkan payudara, sehingga mereka mencoba melakukan lumpektomi, yaitu membuang benjolan saja daripada membuang seluruh payudara.

Terapi hormon dibutuhkan karena sekitar 80 persen kanker payudara distimulasi oleh hormon, ujarnya. Pasien mungkin perlu mengkonsumsi pil hormon untuk mengurangi jumlah estrogen di dalam tubuh.

Pasien mungkin harus menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker. “Meskipun kemoterapi memiliki banyak efek samping, kini ada banyak obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengurangi efek samping,” ujarnya.

Selain itu,  ada terapi terarah yang menggunakan obat-obatan yang hanya menargetkan sel-sel kanker. Pengobatan ini dapat dilakukan pada wanita yang menderita kanker payudara subtipe tertentu.

Meskipun terdapat banyak diskusi mengenai imunoterapi sebagai pilihan baru dalam pengobatan kanker, ini bukanlah andalan dalam pengobatan kanker payudara saat ini, ujarnya. “Ini adalah pilihan pengobatan yang baru, dan semoga kita segera mendapatkan beberapa terobosan dengan kanker payudara.”

Kanker payudara adalah kanker yang paling umum dijumpai pada wanita di Singapura. Dua juta kasus baru kanker payudara terdiagnosis di seluruh dunia pada tahun 2017.

Jimmy Yap



Tags: breast cancer, diet & nutrisi untuk pasien kanker, kanker payudara, kesadaran mengenai kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker, seminar & lokakarya