‘Apa lagi yang dapat saya lakukan?’

Ini adalah pertanyaan yang terus memacu Pham Hong Linh, Kepala Perwakilan kantor regional CanHOPE di Hanoi.

Pham Hong Linh tidak akan pernah melupakan sebuah keluarga yang datang ke kantornya di Hanoi, Vietnam. Pasangan tersebut memiliki seorang bayi laki-laki yang membutuhkan transplantasi hati dan sang ibu siap untuk menyumbangkan setengah dari hatinya kepada bayi tersebut.

Sayangnya, bayi laki-laki tersebut tidak dapat bertahan hidup meskipun sudah menjalani transplantasi. Kemudian, ketika masih berduka, sang ibu jatuh sakit pula. Membutuhkan dukungan medis, ia memilih untuk mendapatkan bantuan dari Linh dan koleganya di Pusat CanHOPE Vietnam milik Parkway Cancer Centre. Ia terbang ke dan dari Singapura untuk menjalani pengobatan, suaminya terus berada di sisinya.

“Saya merasakan sakitnya kehilangan ketika melihat mereka namun yang sangat menyentuh hati saya ada cinta yang mereka miliki satu sama lain,” kenang Linh. “Mereka tahu bahwa mereka akan selalu saling memiliki. Kisah mereka memberikan harapan akan cinta dan memotivasi saya untuk melakukan lebih banyak lagi.”

Memang benar, kejadian-kejadian seperti inilah yang terus memacu Linh sejak ia menjadi seorang wartawan dan pekerja sosial yang bergabung dengan PCC pada tahun 2002 dan membuka pusat CanHOPE di Hanoi. Bersama dengan enam pegawai lainnya, ia membantu pasien-pasien Vietnam yang berobat di Singapura, membantu mereka dengan pemesanan, penerjemahan, transportasi, dan pengaturan lainnya. Namun, ia menambahkan bahwa bantuan terbesar yang diberikan oleh dirinya dan para koleganya adalah dukungan emosional.

“Sebagian besar pasien yang datang ke sini sangat kebingungan dan khawatir akan kondisi mereka. Hal yang paling penting adalah memberikan mereka informasi yang memadai dan dapat dipercaya. Bila mereka memiliki pertanyaan medis yang tidak mampu kami jawab, kami akan menghubungi dokter untuk meminta bantuan.”

Di masa yang akan datang, Linh juga berharap dapat menyelenggarakan acara dimana pasien dapat berkumpul dan berbagi kisah serta saling menguatkan satu sama lain; mengingatkan para pasien bahwa seluruh masyarakat mendukung mereka. Ini akan memberikan harapan dan keyakinan yang lebih besar bagi mereka bahwa mereka tidak sendirian, ujarnya.

Perjalanan kesehatan yang sulit merupakan suatu hal yang dialami sendiri oleh Linh – ayahnya menderita kanker. “Keluarga kami bersama-sama berjuang melaluinya hingga ia meninggal dunia,” ujarnya. “Saya telah menapaki jalan tersebut, saya paham apa yang dirasakan oleh pasien.”

Pengalaman ini, serta melihat bagaimana orang menderita akibat rasa khawatir, takut, sakit, dan kematian, telah mengubah pandangan hidup Linh. “Ini bukanlah semata mengenai hal-hal yang tampak di permukaan, namun ini mengenai siapa yang bersama dengan Anda di ujung jalan ini,” ujarnya. “Oleh sebab itu, jalani hidup Anda sebaik mungkin dan habiskan lebih banyak waktu bersama dengan orang-orang yang Anda kasihi.”

Tidak seperti beberapa dokter dan perawat, Linh tidak berusaha untuk memisahkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. “Saya menganggap pekerjaan saya sebagai bagian yang tak terpisakan dari hidup saya dan belajar untuk menerima dan hidup dengan masalah yang muncul bersamanya. Untungnya, saya adalah seorang wanita yang energik dan optimis, sehingga saya selalu memilih untuk melihat sisi baik dari semua hal.”

Memang benar, semangat tersebut terlihat jelas dalam kehidupan pribadinya. Linh yang banyak bicara senang berbicara dengan orang-orang, dan di dalam pekerjaan, ia berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman di dalam kantor. “Saya ingin memotivasi pegawai saya dan tidak membuat mereka tertekan, karena pekerjaan mereka sendiri sudah cukup berat.”

Ibu dari dua orang anak perempuan – seorang berusia 18 tahun dan yang seorang lagi  berusia 12 tahun – juga menikmati saat-saat sunyi dan sendirian. Ia senang memasak, merajut, dan membaca. “Namun,” ia menambahkan, “bila saya menjumpai sesuatu atau seseorang yang menarik, saya akan bersemangat membaca tentangnya dan membagikannya dengan gembira pada semua orang ketika saya selesai membacanya!”

Dan meskipun ia merasa sulit dipercaya bahwa ia telah melakukan pekerjaan ini selama 15 tahun, Linh tidak meragukan bahwa ia berada pada tempat yang tepat. “Saya sangat menghargai pasien-pasien pertama yang mempercayai kami dan juga pegawai saya yang terus bersama saya hingga hari ini. Kami memiliki hubungan yang erat seperti sebuah keluarga, kami mendukung satu sama lain, tidak hanya dalam pekerjaan namun juga dalam hal-hal lainnya dalam kehidupan.”

Apakah saran yang dapat ia berikan kepada para pasien? “Jangan menyerah. Perjalanan ini akan berat dan sulit, namun ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dalam perjalanan ini.”

Kok Bee Eng



Tags: CanHOPE, pengalaman dengan pasien kanker, pengobatan kanker di luar negeri