Ketika yang muda terkena kanker

Remaja dan dewasa muda memiliki kebutuhan unik dan membutuhkan pengobatan dan perawatan berbeda untuk kanker, ujar Dr Ivan Tham dari Parkway Cancer Centre.

Pasien kanker remaja dan dewasa muda/Adolescent and Young Adult (AYA) adalah seseorang yang awalnya terdiagnosis menderita kanker antara usia 15 dan 39 tahun. Meskipun kanker jarang terjadi pada kelompok usia ini, lebih dari 70.000 pasien AYA terdiagnosis menderita kanker setiap tahun di Amerika Serikat. Ini berarti adalah ada sekitar lima persen dari semua kasus kanker yang terdiagnosis. Sebagai perbandingan, ada sekitar 11.000 kasus kanker anak yang terdiagnosis setiap tahun.

Pasien AYA lebih mungkin untuk mendapatkan jenis kanker tertentu dibandingkan dengan mereka yang lebih tua, seperti limfoma Hodgkin, kanker testis dan beberapa jenis sarkoma. Dalam kelompok usia AYA, insidensi kanker juga dapat bervariasi. Untuk kelompok usia 15 hingga 24 tahun, maka leukemia, limfoma, kanker testis dan kanker tiroid adalah jenis kanker yang cenderung lebih umum terjadi. Bagi mereka yang beru-sia antara 25 dan 39, kanker payudara dan melanoma lebih sering terjadi.

Sebagian besar kanker di kelompok AYA muncul secara sporadis, tanpa sebab yang diketahui. Kadang-kadang, pasien AYA dapat memiliki riwayat keluarga dengan kanker yang kuat. Misalnya, pasien dengan mutasi BRCA1 / 2 akan memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara. Demikian pula, pasien dengan sindrom Li-Fraumeni (mutasi TP53) memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan beberapa jenis kanker seperti tumor otak, kanker payudara, atau sarkoma.

Beberapa infeksi virus juga dapat mempengaruhi kemungkinan AYA dalam mendapa-tkan kanker. Sebagai contoh, HPV (Human papillomavirus) dikaitkan dengan kanker serviks. Dan meski pun jarang terjadi, kanker juga dapat disebabkan oleh perawatan kanker untuk anak usia dini, misalnya radioterapi atau beberapa jenis kemoterapi.

Kelompok pasien yang berbeda

Ada risiko yang lebih tinggi dari keterlambatan diagnosis pada kelompok usia ini diban-dingkan dengan dewasa yang lebih tua. Pasien dan dokter tidak berharap untuk men-diagnosis kanker, sehingga indeks kecurigaan mungkin lebih rendah. Juga tidak ada tes skrining khusus untuk kelompok usia ini.

Pasien AYA memiliki kebutuhan unik karena usia mereka; karenanya mereka harus memiliki akses ke tim multidisiplin profesional kesehatan yang berbeda. Misalnya, pa-sien AYA dapat berjuang dengan masalah psikososial dan / atau sosial ekonomi, komit-men kerja atau sekolah, masalah kesuburan atau perawatan anak, dan kemungkinan efek samping jangka panjang dari perawatan kanker.

Beberapa peneliti mencatat bahwa tingkat kelangsungan hidup pada penderita kanker untuk kelompok usia ini tidak membaik secepat seperti kanker yang diidap ketika masa kanak-kanak atau dewasa. Ini bisa terkait dengan fakta bahwa tingkat partisipasi dalam uji klinis juga lebih rendah untuk kelompok usia ini dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Untuk alasan ini, pedoman Jaringan Kanker Komprehensif Nasional yang baru-baru ini diterbitkan dari Amerika Serikat menyarankan bahwa pasien AYA dirawat di pusat spe-sialis dengan keahlian dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam kelompok usia ini dan untuk mendapatkan hasil pengobatan terbaik.

Diperlukan perawatan yang disesuaikan

Biasanya, perawatan kanker akan disesuaikan sesuai dengan usia pasien dan jenis kan-ker. Saya menemukan bahwa meluangkan waktu untuk mendengarkan pasien dapat membangun hubungan antara dokter-pasien yang kuat. Penelitian terbaru menemukan bahwa pasien yang mempercayai ahli onkologi mereka, atau merasa bahwa dokter me-reka memahami nilai-nilai pribadi mereka, dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai perawatan mereka sendiri.

Beberapa pasien mungkin juga menginginkan pendapat kedua tentang pilihan pe-rawatan mereka. Saya biasanya akan mendorong ini karena hal ini dapat membantu mereka untuk memahami kanker yang mereka idap atau menjernihkan keraguan ten-tang diagnosis atau rencana perawatan.

Kesuburan di masa depan mungkin tidak langsung berada di pikiran pasien, tetapi ini merupakan pertimbangan penting untuk kelompok usia ini baik untuk pria dan wanita. Karena perawatan kanker yang berbeda dapat mempengaruhi kesuburan secara ber-beda, saya dapat merujuk pasien AYA ke spesialis kesuburan untuk berdiskusi sebelum perawatan mereka dimulai. Mungkin ada cara efektif untuk menjaga kesuburan. Seba-gai contoh, bank sperma bisa menjadi pilihan efektif untuk pria sementara pembekuan embrio atau kriopreservasi oosit (pembekuan telur) adalah beberapa pilihan untuk wa-nita.

Kebutuhan psikososial pasien juga harus dipertimbangkan. Banyak pasien AYA masih duduk di sekolah atau baru saja memulai karir mereka. Mereka bisa saja baru memulai hubungan yang serius, atau sudah menikah dengan anak kecil. Beban tambahan diag-nosis dan perawatan kanker mungkin sulit ditanggung. Sehingga beberapa pasien me-merlukan konseling atau dukungan psikososial selama masa-masa ini.

Perawatan kanker dapat berlangsung lama dan seringkali mengganggu pendidikan atau pekerjaan. Dalam pengalaman saya, banyak sekolah dan pemberi kerja yang sering bersedia bekerja ekstra untuk mendukung pasien-pasien ini selama masa-masa sulit ini dan membantu mereka bangkit kembali setelah perawatan.

Dukungan dan penyintas

Banyak kanker berpotensi untuk disembuhkan. Setelah perawatan aktif, pasien-pasien ini harus memiliki akses ke fasilitas fisioterapi atau rehabilitasi jika diperlukan, untuk membantu mereka mendapatkan kembali kesehatan fisik mereka lebih awal. Konseling genetik juga harus ditawarkan kepada beberapa pasien AYA dengan riwayat kanker di keluarga.

Saya mencoba untuk menindaklanjuti semua pasien saya selama bertahun-tahun. Ini untuk mengelola setiap efek samping dari pengobatan dan memantau jika mereka kambuh. Saya merasa sangat bersyukur melihat pasien saya mencapai tonggak penting dalam hidup mereka seperti kelulusan atau pernikahan. Jika memungkinkan, saya juga mencoba memasukkan pesan promosi kesehatan seperti mendorong mereka untuk ma-kan secara sehat atau berolahraga secara teratur.

Melalui seluruh perjalanan kanker mereka, pasien AYA membutuhkan dukungan dari keluarga dan teman. Selain itu, ada kelompok pendukung untuk pasien kanker di Sin-gapura yang dijalankan oleh Singapore Cancer Society (https://www.singaporecancersociety.org.sg/) dan kelompok lain. Ada juga lembaga lain yang bisa ditemukan di internet seperti Stupid Cancer (https://stupidcancer.org/) dan Cancer.Net https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/young-adults-and-teenagers/resources-young-adults-with-cancer).

Bisakah kita mencegah kanker pada kelompok usia 15-39? Menjalani gaya hidup sehat dan berhenti merokok seharusnya bisa membantu. Vaksinasi terhadap beberapa virus yang terkait dengan kanker seperti HPV atau virus Hepatitis B (HBV) juga dapat mencegah jenis kanker tertentu.



Tags: diagnosis kanker, kanker otak, kanker tiroid, kanker virus papiloma manusia (HPV), kanker yang langka, kelangsungan hidup pasien kanker, mencegah kanker, mutasi kanker, riwayat kanker, sarkoma