Di Singapura, kanker prostat berada di peringkat ketiga sebagai kanker yang paling umum terdiagnosis pada pria. Di sini kita akan melihat apa sajakah faktor risiko, gejala dan pilihan pengobatannya.

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan pada pria.

Di Singapura, kanker prostat berada di peringkat ketiga sebagai kanker yang paling sering terdiagnosis pada pria, setelah kanker kolorektal dan kanker paru, dan bertanggung jawab terhadap satu dari tujuh diagnosis kanker pada pria, menurut Singapore Cancer Registry Report 2015. Data menunjukkan bahwa pria Cina dan India memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker prostat bila dibandingkan dengan pria Melayu.

Apakah kanker prostat itu?

Kanker prostat adalah tumor yang tumbuh dalam prostat – yaitu suatu kelenjar kecil seukuran kacang kenari yang terletak di bawah kandung kemih serta menghasilkan air mani. Sebagian besar kanker prostat memiliki proses pertumbuhan yang lambat dan terbatas hanya di dalam kelenjar prostat saja. Namun, ada pula jenis yang agresif yang dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening. Bila terdeteksi secara dini, ketika tumor masih terbatas di dalam kelenjar prostat saja, maka kemungkinannya lebih besar untuk terjadinya keberhasilan pengobatan.

Siapakah yang berisiko terkena kanker prostat?

Faktor risikonya meliputi:

  • Usia: Risiko terjadinya kanker prostat meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Biasanya kanker ini menyerang pria setelah usia 50 tahun dan paling sering ditemukan pada pria yang telah berusia lebih dari 70 tahun.

  • Berat badan dan diet: Pria yang gemuk atau mengalami obesitas, dan mereka yang makan daging atau makanan dengan kandungan lemak hewani yang tinggi secara berlebihan memiliki risiko yang lebih besar.

  • Riwayat keluarga: Pria yang anggota keluarganya pernah menderita kanker prostat memiliki risiko yang lebih besar.

  • Kegiatan seksual: Pria yang mulai melakukan hubungan seksual pada usia dini, dan mereka yang memiliki riwayat terkena penyakit menular seksual atau memiliki beberapa pasangan seksual, memiliki risiko yang lebih besar.

 

Apa sajakah gejala dan tanda-tandanya?

Pada banyak kasus, tidak ada gejala yang timbul; diyakini bahwa 80 persen pria yang mencapai usia 80 tahun akan menderita kanker prostat. Karena sebagian besar kasus kanker prostat memiliki pertumbuhan yang lambat, banyak pria yang meninggal akibat penyakit lain yang terkait usia tanpa menyadari bahwa mereka menderita kanker ini.

Ketika gejala timbul pada stadium yang sudah lebih lanjut, mereka dapat meliputi turunnya berat badan, nyeri tulang, sulit buang air kecil, rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, atau terdapat darah dalam air seni.

Kapan saya harus memeriksakan diri ke dokter?

Meskipun gejala-gejala ini dapat saja disebabkan oleh hal lain yang tidak terlalu serius, namun mereka juga dapat menjadi peringatan akan adanya kanker prostat. Bila Anda mengalami tanda atau gejala yang mengkhawatirkan, buatlah janji dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimanakah kanker ini didiagnosis dan diperiksa?

Uji skrining meliputi:

  • Pemeriksaan colok dubur/digital rectal examination (DRE): Suatu pemeriksaan fisik dimana seorang dokter dengan lemah lembut akan memasukkan sebuah jari yang memakai sarung tangan dan telah diberi pelumas ke dalam dubur untuk merasakan apakah ada benjolan atau kutil di dalam prostat.

  • Uji antigen spesifik prostat/prostate-specific antigen (PSA): Uji awal yang paling umum dilakukan untuk kanker prostat, ini adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar PSA, yaitu suatu protein yang diproduksi oleh sel-sel dalam kelenjar prostat. Semakin tinggi kadar PSA, kemungkinan adanya sel-sel kanker semakin besar. Namun, meningkatnya kadar PSA dapat pula disebabkan oleh faktor-faktor yang lain.

 

Uji diagnostik meliputi:

  • Biopsi prostat: Bila diduga ada kanker prostat, maka dilakukan biopsi yang melibatkan pengambilan contoh jaringan dari prostat. Bila hasilnya positif, maka dapat dilakukan pemindaian tulang atau pemindaian panggul dengan menggunakan komputer untuk menentukan seberapa parah kankernya.

  • Ultrasonografi transrektal: Gelombang suara digunakan untuk memvisualisasikan kelenjar prostat. Ini paling sering digunakan saat biopsi, untuk memandu jarum ke dalam bagian kelenjar prostat dimana diduga terdapat tumor.

 

Bila kanker prostat terdiagnosis, maka uji-uji berikut ini dapat dilakukan:

  • Kadar PSA: Mengukur kadar PSA dapat membantu menentukan seberapa parah kankernya. Kadar PSA lebih dari 20 ng/mL dapat mengindikasikan adanya penyakit dengan risiko yang lebih tinggi.

  • Uji metastasis: Bila hasil biopsi mengindikasikan adanya kanker, maka uji-uji lain harus dilakukan untuk menentukan sejauh mana kanker telah menyebar. Pemindaian tulang dan rontgen dapat memberitahukan apakah kanker telah menyerang tulang, sementara pemindaian tomografi terkomputerisasi/computed tomography (CT) atau pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI) dapat menentukan lokasi kanker dengan lebih baik.

 

Bagaimanakah kanker prostat diobati?

Dalam beberapa kasus, karena kanker prostat dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, dokter dapat memilih untuk memantau tumor daripada segera mengobatinya. Ini karena pengobatan bergantung kepada faktor-faktor seperti misalnya stadium kanker, gejala, usia, dan kondisi  umum kesehatan pasien. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Operasi: Bila kanker terlokalisir, kelenjar prostat dapat diangkat melalui operasi. Dalam kasus-kasus seperti itu, kemungkinannya tinggi untuk sembuh total, namun efek samping yang mungkin terjadi meliputi inkontinensia urin dan lemah syahwat.

  • Terapi radiasi: Sinar berenergi tinggi digunakan untuk membidik dan membunuh sel-sel kanker. Ini dapat digunakan bila kanker terlokalisir, atau untuk mengendalikan gejala bila kanker telah menyebar, misalnya ke tulang.

  • Terapi hormon: Bila kanker telah menyebar keluar dari prostat, maka terapi hormon dapat digunakan untuk mengatasi efek dari testosteron dan memperlambat pertumbuhan kanker.

  • Kemoterapi: Kemoterapi kadang-kadang digunakan bila kanker prostat telah menyebar keluar dari kelenjar prostat dan terapi hormon tidak lagi berhasil. Penelitian yang dilakukan baru-baru ini juga menunjukkan bahwa kemoterapi dapat membantu bila diberikan bersama-sama dengan terapi hormon.

  • Terapi tulang yang ditargetkan:  Bila kanker prostat menyebar ke bagian tubuh yang lain, seringkali yang diserang pertama kali adalah tulang. Metastasis pada tulang dapat menyakitkan dan dapat menimbulkan masalah lain, seperti misalnya patah tulang atau kadar kalsium darah yang tinggi. Pengobatan yang secara khusus menargetkan metastasis pada tulang meliputi bisfosfonat, denosumab dan radiofarmasetika (obat-obatan yang mengandung elemen radioaktif).

 

Kanker prostat: Gejala & tandanya

Dalam sebagian besar kasus, kanker prostat dapat tidak memperlihatkan tanda atau gejala pada stadium dini. Ketika gejala timbul pada stadium yang lebih lanjut, mereka meliputi:

  • Nyeri panggul, punggung atau pinggul

  • Nyeri tulang yang tak kunjung hilang

  • Sulit buang air kecil, contohnya rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, tidak dapat buang air kecil, atau terdapat darah dalam air seni

  • Terdapat darah dalam air mani

 

Diadaptasi dari berbagai sumber Parkway Cancer Centre.



Tags: kanker metastatik, kanker pada pria, kanker tulang primer, riwayat kanker, tumor