Dr Patricia Kho dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai bagaimana kanker paru sangat dapat dicegah, bila saja orang-orang berhenti merokok.

Salah satu bentuk kanker yang paling mematikan – kanker paru – juga merupakan salah satu kanker yang paling dapat dicegah. Mengapa? Karena keterkaitan antara penggunaan tembakau dan kanker paru telah diteliti secara mendalam selama beberapa dekade dan telah terbukti.

Penggunaan tembakau dilaporkan menyebabkan 90 persen kanker paru pada pria dan 79 persen pada wanita. Risiko terjadinya kanker paru berkisar antara 20 hingga 40 kali lebih tinggi pada perokok seumur hidup bila dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Jadi, cara yang paling nyata untuk mencegah terjadinya kanker paru adalah tidak merokok. Penelitian telah menemukan bahwa setelah seseorang berhent merokok, risiko kematian kumulatif akibat kanker paru pun menurun. Di seluruh dunia, merokok diperkirakan menyebabkan satu dari tiga kematian pada orang dewasa di tahun 2025. Pada tahun tersebut, tembakau diperkirakan akan membunuh 10 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Seberapa umumkah kanker paru di Singapura?

Kanker paru berada di peringkat kedua sebagai kanker yang paling umum menyerang kaum pria dan di peringkat ketiga pada kaum wanita.

Selama kurun waktu lima tahun dari 2011 hingga 2015, lebih dari 7.100 orang di Singapura didiagnosis menderita kanker paru, menurut statistic dari Singapore Cancer Registry. Itu berarti sekitar 1.400 orang per tahun atau sekitar empat orang setiap harinya. Kaum pria di Singapura lebih rentan untuk terserang kanker paru daripada wanita.

Seberapa mematikannyakah kanker paru itu?

Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling mematikan, dengan angka kelangsungan hidup yang rendah di seluruh dunia.

Angka kefatalan di antara para pasien kanker paru di Singapura juga sangat tinggi – kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada kaum pria dan berada di peringkat kedua pada kaum wanita.

Meskipun jumlah pasien kanker paru hanyalah 11 persen dari seluruh kanker di Singapura, menurut Singapore Cancer Registry, kanker paru bertanggung jawab terhadap 22 persen kematian yang diakibatkan oleh kanker.

Ini sebagian besar diakibatkan oleh kenyataan bahwa pasien tidak mengalami gejala apapun pada stadium dini penyakit ini sehingga sebagian besar kanker paru baru terdiagnosis belakangan ketika penyakit ini telah mencapai stadium lanjut. Sebagian besar pasien kanker paru di Singapura terdiagnosis ketika mereka telah berusia lebih dari 65 tahun.

Beberapa gejala umum kanker paru – seperti batuk, suara yang serak dan sesak napas – merupakan gejala umum dari berbagai penyakit lain dan kemungkinan tidak membuat pasien segera berobat ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimanakah merokok dapat menyebabkan kanker?

Merokok tembakau merusak DNA kita, termasuk beberapa gen penting yang melindungi tubuh terhadap kanker.

Dari ribuan zat kimia dalam asap rokok, sekitar 60 di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker dan sekitar 200 zat bersifat racun.

Zat kimia yang umum ditemukan pada rokok, seperti benzena, polonium-210, benzo(a)pirena and nitrosamine telah terbukti menyebabkan terjadinya kerusakan DNA.

Zat kimia lain dalam rokok dapat memperberat masalah. Sebagai contoh, kromium membuat benzo(a)pirena melekat lebih dekat dengan DNA, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kerusakan DNA yang serius.

Zat kimia lainnya, seperti misalnya arsenik dan nikel juga mengganggu metode alami tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, sehingga mereka menjadi lebih rentan untuk berubah menjadi bersifat kanker.

Jenis kanker apa sajakah yang berkaitan dengan merokok?

Merokok tidak hanya menyebabkan terjadinya kanker paru.

Penggunaan tembakau telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Merokok tidak hanya mempengaruhi paru-paru karena zat kimia yang terdapat dalam asap juga masuk ke dalam aliran darah seseorang, yang kemudian dapat mempengaruhi seluruh tubuh.

Merokok juga meningkatkan risiko sedikitnya 14 jenis kanker, termasuk kanker mulut, faring (tenggorokan bagian atas), hidung dan sinus, laring (kotak suara), esofagus (tenggorokan), hati, pankreas, lambung, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, serviks, dan beberapa jenis leukemia. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, namun kemungkinan peningkatan risikonya kecil.

Apakah orang yang tidak merokok dapat terkena kanker paru?

Meskipun mayoritas pasien kanker paru adalah perokok, hanyalah mitos yang berpikir bahwa orang yang tidak merokok kebal terhadap kanker paru. Sayangnya, sekitar satu dari empat pasien kanker paru tidak pernah merokok sebelumnya.

Paparan dalam jangka waktu yang panjang terhadap zat kimia berbahaya seperti radon, asbes, arsenik, kromium, nikel dan bahkan polutan udara merupakan faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kanker paru. Orang yang anggota keluarganya pernah terkena kanker paru juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi.

Merokok pasif – dimana orang yang tidak merokok menghirup asap dari perokok di dekatnya – juga berbahaya. Saat seseorang merokok, ia hanya menghirup sekitar 15 persen asapnya, dan melepaskan 85 persen ke sekitarnya. Asap tangan kedua secara khusus buruk bagi anak kecil dan wanita hamil, serta dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi yang baru lahir.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa merokok pasif dapat meningkatkan kemungkinan orang yang bukan perokok untuk terkena kanker paru sebesar 25 persen.

Meski demikian, dalam proporsi yang besar dari orang bukan perokok yang menderita kanker paru, penyebabnya masih belum jelas.

Berhenti merokok

Selain untuk mengurangi risiko terkena kanker paru dan kanker lainnya, berhenti merokok juga mengurangi risiko berbagai jenis stroke, serangan jantung dan penyakit paru kronis dalam waktu satu tahun.

Kita harus mendorong orang-orang yang kita kasihi dan teman-teman untuk mencari bantuan guna menghilangkan kebiasaan mereka dan untuk mengingatkan orang lain bahwa merokok adalah kebiasaan yang berbahaya!

Merokok: Faktanya

  • Pada tahun 2025, merokok akan menyebabkan 1 dari 3 kematian pada orang dewasa di seluruh dunia, dan akan membunuh 10 juta orang tiap tahun.
  • Kanker paru berada di peringkat kedua sebagai kanker yang paling umum menyerang kaum pria dan di peringkat ketiga pada wanita di Singapura.
  • Merokok tidak hanya menyebabkan kanker paru. Merokok juga meningkatkan risiko sedikitnya 14 jenis kanker.


Tags: fakta mengenai kanker, infeksi paru, kanker yang umum, kesalahpahaman, mencegah kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker