Skrining dini peyakik kanker yang umum dan dapat diobati ini bisa menyelamatkan hidup Anda, ujar Dr Zee Ying Kiat dari Parkway Cancer Centre.

Kanker kolorektal, yang terjadi di dalam kolon atau rektum, tidaklah terjadi dalam semalam. Kanker ini bisa tumbuh dalam waktu beberapa tahun, dan oleh karena itulah penyakit ini dapat dideteksi dan diobati sejak dini.

Secara khusus, kanker kolorektal diawali dengan pertumbuhan yang jinak, yang disebut polip, di lapisan dalam kolon atau rektum. Kendati polip tidak bersifat kanker, mereka bisa berkembang menjadi kanker setelah beberapa waktu yang lama. Pada faktanya, mayoritas kanker ini berkembang dari polip. Polip cukup banyak terjadi , dengan perbandingan 1 dari 4 orang yang berusia 50 tahun memilikinya 1 buah paling sedikit. Namun, hanya sebagian kecil dari polip yang berkembang menjadi kanker dan itupun memakan waktu bertahun-tahun. Sebuah polip dengan ukuran 1cm kira-kira memiliki peluang sebesar 1:6 untuk tumbuh menjadi kanker dalam kurun waktu 10 tahun

Skrining rutin kanker kolorektal adalah salah satu senjata terkuat untuk mencegah kanker kolorektal. Polip prakanker bisa saja muncul, seringkali tanpa gejala, di dalam kolon selama bertahun-tahun sebelum kanker invasif berkembang. Skrining kanker kolorektal dapat menemukan adanya polip prakanker sehingga mereka dapat diangkat sebelum menjadi kanker. Dengan cara inilah, kanker kolorektal bisa dicegah.

Skrining juga berpotensi dapat mendeteksi kanker kolorektal pada tahap terawal sekalipun. Ini penting karena kanker ini umumnya lebih bisa diobati saat diketahui sejak dini, sebelum penyakit tersebut berpeluang menyebar. Tentu saja, terlepas dari deteksi dini dan skrining, gaya hidup sehat juga dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker kolorektal.

Tes Darah Tinja Okultisme atau Faecal Occult Blood Test (FOBT)

Tes ini, yang fungsinya memeriksa darah tersembunyi di dalam feses (tinja), adalah sebauh tes skrining dasar. Tes FOBT ini sederhana dan non-invasif, dan bisa dilakukan oleh dokter pribadi keluarga atau di poliklinik. Sejumlah studi menunjukkan bahwa FOBT, jika dijalani setiap 1-2 tahun pada orang berusia 50- 80 tahun, dapat membantu mengurangi angka kematian akibat kanker kolorektal sebesar 15- 33 persen.

Jika ada darah terdeteksi, tes lanjutan akan diperlukan untuk mencari sumber darah tersebut, yang bisa jadi bukanlah kanker. Karena wasir dan kondisi jinak lainnya juga bisa menimbulkan adanya darah di dalam tinja.

Kolonoskopi

Pada tes ini, rektum dan seluruh kolon akan dites dengan menggunakan sebuah instrumen ringan dan lembut yang disebut kolonoskop. Pertumbuhan prakanker dan kanker di seluruh kolon bisa ditemukan dan bisa juga diangkat dan dibiopsi. Pembersihan kolon yang menyeluruh sangat penting dilakukan sebelum tes ini, dan kebanyakan pasien menerima sejumlah bentuk sedasi (pemberian obat penenang).

Metode skrining lainnya

Metode lain untuk mendeteksi polip meliputi sigmoidoskopi fl eksibel, barium enema kontras ganda, dan CT kolonoskopi (kolonoskopi maya).

HN_Mar_16_05

Kanker kolon: Umum namun bisa diobati

Kanker kolorektal saat ini menjadi kanker terbanyak di kalangan pria dan kanker kedua terbanyak pada kaum hawa di Singapura. Kanker ini bisa menyerang usia berapapun, namun kebanyakan terdiagnosa pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini dapat dicegah atau diobati dengan efektif jika terdeteksi sejak dini.

Kanker kolorektal tidak biasa menimbulkan gejala awal dalam perkembangan penyakitnya. Kenyataannya, lebih dari setengah jumlah yang terdiagnosa dengan kanker kolorektal bahkan tidak merasakan gejala apapun. Ketika gejala itu muncul, bisa jadi bentuknya beragam, tergantung pada ukuran and lokasi kanker. Gejala kanker kolorektal yang banyak terjadi adalah:

  • Adanya perubahan pada kebiasaan BAB, termasuk diare atau konstipasi
  • Adanya darah pada tinja
  • Rasa tidak nyaman di perut yang menetap, seperti kram, kembung atau sakit perut
  • Rasa BAB yang tidak tuntas
  • Turunnya berat badan yang tanpa alasan

     

Skrining: Apa dan kapan melakukannya

Menurut Yayasan Kanker Singapura, skrining untuk kanker kolon harus dimulai saat Anda berusia 45 sampai 50 tahun:

  • Tes darah tinja okultisme: setiap tahun
  • Sigmoidoskopi: setiap 5 tahun
  • Atau kolonoskopi: setiap 10 tahun
  • Atau rontgen barium enema: setiap 10 tahun
  • Tes rektal digital: setiap 5 sampai 10 tahun

     

Individu yang berada pada grup yang berisiko tinggi (yaitu jika satu atau lebih keluarga dekat terdiagnosa dengan kanker kolorektal) harus melakukan skrining lebih dini dan/atau lebih sering.



Tags: diagnosis kanker, FOBT (tes darah tinja okultisme), kanker gastrointestinal, kanker kolorektal, kolonoskopi, mencegah kanker, polip yang bersifat kanker