Imunoterapi dan terapi yang ditargetkan memberikan lebih banyak pilihan bagi pasien dalam pertarungan melawan kanker darah.

Sekitar 2.000 kasus kanker darah yang baru, termasuk leukaemia dan limfoma, dilaporkan setiap tahunnya di Singapura, dimana hal ini berarti bahwa sekitar enam pasien baru didiagnosa setiap harinya.

Secara khusus, kanker ini diobati dengan kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sumsum tulang belakang dan transplantasi sel punca.

Namun, dua bentuk pengobatan yang baru – terapi yang ditargetkan dan imunoterapi – memiliki dampak terhadap bagaimana cara pengobatan beberapa jenis leukemia dan limfoma.

Terapi yang ditargetkan menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan mengganggu molekul-molekul tertentu yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan penyebaran kanker. Meskipun terapi yang ditargetkan dapat efektif, terapi ini bukanlah solusi yang permanen karena kanker dapat berkembang dan menjadi kebal terhadap obat.

Di sisi lain, imunoterapi merupakan suatu bentuk pengobatan yang bergantung kepada sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Sistem kekebalan tubuh telah memiliki kemampuan untuk melawan infeksi bakteri dan virus. Imunoterapi membuat sistem kekebalan tubuh bekerja melawan kanker. Ia juga meniadakan kamufl ase yang digunakan oleh beberapa sel kanker untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh. Imunoterapi juga dapat terus bekerja bahkan setelah pengobatan berhenti.

Terapi yang ditargetkan

Dalam pengobatan leukemia, terapi yang ditargetkan telah ditambahkan ke dalam (keahlian) para dokter spesialis onkologi. Leukemia adalah kanker darah yang bermula dari sumsum tulang belakang.

Kanker darah biasanya dikelompokkan ke dalam dua kategori: kronis atau akut. Jenis yang paling umum ditemui adalah leukemia myelogenous akut/acute myelogenous leukaemia (AML).

Pada anak kecil, yang paling umum ditemukan adalah leukemia limfositik akut/acute lymphocytic leukaemia (ALL). Leukemia yang umum ditemukan pada orang dewasa adalah leukemia limfositik kronis/chronic lymphocytic leukaemia (CLL). Jenis lainnya, yaitu leukemia myeologenous kronis/chronic myelogenous leukaemia (CML), terutama menyerang orang dewasa.

Tergantung pada jenis leukemianya, akan direkomendasikan berbagai jenis pengobatan yang berbeda. Sebelum ditemukannya terapi yang ditargetkan dan imunoterapi, pilihan pengobatan yang utama adalah kemoterapi, radioterapi dan transplantasi sel punca.

Menurut Dr Lim Zi Yi, konsultan senior (hematology) di Parkway Cancer Centre, penggunaan zat yang ditargetkan yang disebut penghambat tirosin kinase/tyrosine kinase inhibitors (TKIs) telah mengubah proses pengobatan CML. TKIs menghambat sinyal yang dibutuhkan oleh tumor untuk bertumbuh.

Penggunaan Gleevec (imatinib mesilat) telah mengubah seluruh proses pengobatan CML. Dahulu tidak terdapat pilihan pengobatan yang bagus untuk CML selain transplantasi sel punca, dimana sebagian besar pasien tidak dapat melakukannya karena mereka tidak memiliki donor sel punca. Akibatnya, sebagian besar pasien CML meninggal dalam waktu tiga tahun. Namun, TKIs seperti Gleevec sangatlah efektif sehingga kini CML telah menjadi penyakit kronis dimana mayoritas pasien CML bertahan hidup hingga 10 tahun atau lebih dengan terapi TKI.

Imunoterapi

Terapi baru lainnya, yaitu imunoterapi, juga membawa dampak bagi pengobatan kanker. Sejauh ini, imunoterapi telah memberikan dampak yang terbesar dalam pengobatan suatu jenis kanker kulit, yaitu melanoma, dan kanker paru. Meski demikian, obat-obatan imunoterapi juga digunakan untuk jenis-jenis kanker lainnya seperti kanker darah.

Pengujian telah menunjukkan bahwa dua obat imunoterapi, yaitu Opdivo (nivolumab) dan Keytruda (pembrolizumab), telah dapat memperkecil tumor pada pasien dengan limfoma Hodgkin. Limfoma Hodgkin adalah kanker yang bermula dari sel-sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda.

Jenis lain dari pengobatan imunoterapi meliputi penciptaan (bentuk) sel kekebalan untuk meningkatkan jumlah sel T, yaitu suatu jenis sel darah putih yang khusus, pada tubuh. Sel-sel ini dikenal sebagai sel-sel T CAR. Selsel ini menciptakan (bentuk) reseptor pada selsel T untuk mengkhususkan mereka terhadap sel-sel tumor dan juga menciptakan sinyal yang menstimulasi untuk memberi tahu sel-sel T CAR agar mulai memperbanyak diri. Pengobatan ini telah memberikan harapan bagi pengobatan ALL.

“Imunoterapi menawarkan potensi untuk bersinergi dengan pengobatan yang sudah ada,” ujar Dr Lim.

Ditulis oleh Jimmy Yap

Catatan: Informasi diperoleh dari presentasi yang diberikan oleh Dr Lim ZiYi pada suatu seminar kedokteran yang diselenggarkan oleh Channel NewsAsia dan Parkway Cancer Centre.  



Tags: imunoterapi, kanker darah, kemoterapi, obat kanker, radioterapi (terapi radiasi), seminar & lokakarya, sumsum tulang belakang, terapi sel punca, terapi yang ditargetkan / terapi target