Dr Lim ZiYi membahas mengenai penyebab dan pengobatan berbagai jenis kanker darah.

Mitos: Anemia menyebabkan kanker darah

Fakta: Anemia tidak menyebabkan kanker darah

Pasien kanker darah dapat mengalami anemia sebagai akibat dari penyakitnya, namun anemia sendiri tidak menyebabkan kanker. Anemia adalah kondisi dimana tubuh tidak menghasilkan sel darah merah atau hemoglobin sehat dalam jumlah yang cukup. Sel darah merah memainkan peran yang sangat penting dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, jumlah sel darah merah yang tidak memadai akan menyebabkan terjadinya kelelahan dan mempengaruhi fungsi normal dari berbagai organ.

Anemia dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi medis, namun yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan oleh sumsum tulang (jaringan lunak pada bagian tengah dari tulang) untuk membuat hemoglobin.

Mitos: Leukemia adalah satu-satunya jenis kanker darah

Fakta: Ada tiga jenis utama kanker darah: leukemia, myeloma, dan limfoma

Leukemia disebabkan oleh produksi sel-sel darah putih abnormal yang sangat cepat pada sumsum tulang. Peran sel darah putih adalah untuk melawan infeksi. Saat sel darah putih abnormal membelah dengan cepat, mereka melebihi jumlah sel darah normal dan mempengaruhi produksi sel-sel ini. Leukemia biasanya tetap berada di dalam sistem darah dan tidak menyebar ke organ lain, oleh sebab itu tidak ada stadium dalam kanker darah jenis ini.

Myeloma menyerang sumsum tulang dan dapat terjadi pada tubuh bagian mana saja yang memiliki sumsum tulang, seperti misalnya panggul dan tulang belakang. Karena myeloma dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh secara bersamaan, maka ia disebut juga sebagai multiple myeloma.

Limfoma menyerang kelenjar getah bening dan sistem limfatik. Ada dua jenis utama limfoma. Limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin dapat dibagi lagi menjadi limfoma sel T dan limfoma sel B. Limfoma sel B dapat dibagi lagi menjadi limfoma derajat rendah atau derajat tinggi. Penyebab yang tepat dari limfoma sulit ditentukan, namun ia dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti misalnya virus seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus), Epstein Barr Virus (EBV), kelainan genetik dan paparan terhadap karsinogen di lingkungan.

Mitos: Kanker darah tidak dapat disembuhkan

Fakta: Ada beberapa bentuk pengobatan untuk kanker darah

Tingkat keberhasilan pengobatan kanker darah meningkat secara signifikan dan para pasien hidup lebih lama dari sebelumnya.

Ada sejumlah jenis pengobatan yang terbukti efektif. Pengobatan ini meliputi kemoterapi, radioterapi dan dalam beberapa kasus yang lebih berat, transplantasi sumsum tulang. Bentuk pengobatan lainnya yang lebih baru juga bermunculan, seperti misalnya target terapi dan imunoterapi.

Mitos: Hanya saudara kandung yang dapat menyumbangkan sumsum tulang untuk transplantasi

Fakta: Ada beberapa pilihan untuk transplantasi sumsum tulang

Tentu saja, donor terbaik untuk transplantasi sumsum tulang adalah saudara kandung. Kemungkinan memperoleh kesesuaian penuh bila sumsum tulang diambil dari saudara kandung adalah sebesar 25 persen. Namun, pasien kanker darah juga dapat mencari donor yang tidak memiliki hubungan darah, atau bahkan memperoleh sel punca hematopoietic dari darah tali pusat “siap pakai” yang disimpan di bank darah tali pusat.

Transplantasi sumsum tulang, atau transplantasi sel punca alogenik, melibatkan pengambilan sel sumsum tulang dari seorang donor dan menginfuskannya ke dalam tubuh pasien yang menderita kanker darah. Bila didapatkan kesesuaian, makan sel sumsum tulang donor yang sehat akan tumbuh dan berkembang, menggantikan sel punca yang rusak pada pasien dan akhirnya membantu tubuh melawan kanker darah.



Tags: anemia, kanker darah, kesalahpahaman, sumsum tulang belakang