Kanker kolorektal berasal dari jaringan usus besar (bagian terpanjang dari usus besar besar) atau rektum, (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker kolorektal adalah tipe kanker adenocarcinomas (Kanker yang berasal dari sel yang membuat dan melepaskan lendir atau cairan lainnya).

Anatomi Usus besar dan Rektum

Apa yang jadi penyebabnya?

Tidak ada yang mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya kanker kolorektal. Akan tetapi, diketahui beberapa orang dengan faktor resiko tertentu sangat mungkin terkena kanker kolorektal. Studi menunjukkan beberapa faktor resiko untuk kolorektal kanker, antara lain:

Polip Kolorektal

Polip tumbuh pada dinding bagian dalam usus besar atau rektum dan biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Polip umumnya tidak memiliki sifat kanker namun beberapa polip (adenomas) dapat berubah menjadi kanker.

Ulcerative colitis atau Crohn’s disease

Bila seseorang pernah terkena kondisi yang menyebabkan terjadinya radang usus besar, (Seperti ulcerative colitis atau Crohn’s Disease) selama beberapa tahun, maka ia memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker kolorektal

Riwayat kanker pribadi

Bila sesorang sudah pernah terkena kanker kolorektal, ia bisa kembali terkena kanker tersebut untuk kedua kalinya. Wanita dengan riwayat kanker ovarium, rahim (endometrium) atau kanker payudara juga memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal.

Riwayat medis keluarga dengan kanker kolorektal

Bila Anda memiliki keluarga dengan riwayat terkena kanker kolorektal, maka Anda memiliki resiko terkena kanker yang sama, khususnya apabila saudara Anda terkena kanker diusia yang muda.

Faktor gaya hidup

Mereka yang merokok, mengkonsumsi makanan yang kaya akan daging merah atau daging yang diproses dan kurang serat, memiliki peningkatan resiko terkena kanker kolorektal.

Usia di atas 50 tahun

Kanker kolorektal sangat mungkin terjadi pada saat usia seseorang bertambah. Lebih dari 90 persen pasien yang terdiagnosa dengan kanker kolorektal adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

 

Gejala-gejala

Gejala kanker kolorektal meliputi:

  • Perubahan kebiasan BAB (diare atau konstipasi)
  • Perasaan bahwa perut tidak sepenuhnya kosong
  • Terdapat darah (merah cerah atau pekat) pada BAB Anda
  • Ukuran BAB Anda lebih kecil dari biasanya
  • Sering mengalami kram perut atau sakit akibat gas lambung, atau merasa kembung
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan
  • Selalu merasa letih
  • Sering terasa mual atau muntah-muntah

Seringkali, gejala-gejala ini mungkin saja bukan disebabkan oleh kanker. Kondisi kesehatan lain pun dapat menimbulkan gejala-gejala tersebut di atas. Sekedar mengingatkan, kanker pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu bagi siapa saja yang merasa mengalami gejala tersebut di atas, disarankan untuk segera menemui dokter untuk melakukan diagnosa dan menerima pengobatan sesegera mungkin.

 

Skrining

Tes skrining akan membantu dokter untuk menemukan polip atau kanker sebelum Anda terkena gejala-gejala kanker. Deteksi dini untuk kanker kolorektal dapat membantu efektivitas pengobatan kanker. Tes skrining berikut dapat digunakan untuk menemukan polip, kanker, atau kondisi abnormal lainnya.

Fecal Occult Blood Test (FOBT)

Kadangkala ketika kanker atau polip mengalami pendarahan, Prosedur FOBT dapat menemukan darah dalam BAB Anda dalam jumlah terkecil. Bila tes ini menemukan darah, maka tes lain akan diperlukan untuk menentukan sumber dari darah tersebut. Kondisi yang tidak berbahaya (seperti wasir) dapat juga menyebabkan adanya darah pada BAB.

Sigmoidoscopy

Dokter akan memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar dengan sigmoidoscope. Pertumbuhan kanker dan pra-kanker pada rektum dan usus besar bawah dapat ditemukan yang kemudian diangkat atau dilakukan biopsi.

Kolonoskopi

Dokter memeriksa rektum dan seluruh bagian usus besar menggunakan kolonoskop. Pertumbuhan kanker dan pra-kanker pada rektum dan usus besar bawah dapat ditemukan yang kemudian diangkat atau dilakukan biopsi, termasuk juga pada bagian usus besar bagian atas, di mana bagian tersebut tidak tercapai dengan sigmoidoscopy.

Double-contrast barium enema

Prosedur ini melakukan pengisian usus besar dan rektum menggunakan barium untuk meningkatkan kualitas foto X-Ray. Kelainan/Kondisi abnormal seperti polip dapat terlihat dengan jelas.

Kolonoskopi Virtual

Prosedur tes ini menggunakan perangkat X-Ray khusus untuk mengambil foto/gambar usus besar serta rektum. Komputer kemudian akan menyusun gambar-gambar yang diambil menjadi citra detil yang dapat menunjukkan polip dan kondisi abnormal lainnya.

 

Diagnosa

Bila Anda memiliki gejala-gejala, atau hasil tes skrining menunjukkan tanda-tanda kanker kolorektal, dokter Anda harus mencari tahu apakah hal tersebut bersumber dari kanker atau kondisi medis lain.

Dokter akan menanyakan riwayat medis pribadi serta keluarga, dan akan melakukan pemeriksaan fisik.

Bila ditemukan kondisi abnormal (polip), maka akan diperlukan biopsi. Umumnya, jaringan abnormal dapat diangkat melalui prosedur kolonoskopi atau sigmoidoscopy. Spesialis patologi kemudian akan memeriksa apakah jaringan tersebut merupakan sel kanker dengan menggunakan mikroskop.

Bagaimana Cara Memeriksa Kanker Kolorektal?

Bilamana hasil biopsi menunjukkan adanya kanker, dokter perlu mengetahui seberapa jauh penyebaran kanker telah terjadi untuk memberikan rencana pengobatan terbaik. Stadium dibuat berdasarkan apakah tumor telah menyebar ke jaringan tubuh sekitar, dan apabila sudah menyebar, ke bagian tubuh mana kanker tersebut sudah menyebar.

Dokter mendeskripsikan kanker kolorektal dengan beberapa stadium:

  • Stadium 0: Di mana kanker ditemukan hanya pada lapisan terdalam usus besar atau rektum. Kanker kolorektal stadium 0 ini umumnya disebut Carsinoma in situ.
  • Stadium I: Tumor sudah tumbuh ke dinding bagian dalam usus besar atau rektum, namun belum menembus dinding tersebut.
  • Stadium II: Tumor sudah menembus dinding lapisan usus besar atau rektum. Ada kemungkinan tumor telah menyebar ke jaringan tubuh terdekat, namun sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium III: Tumor telah menyebar masuk ke dalam kelenjar getah bening, namun belum menyebar ke bagian/jaringan tubuh lain.
  • Stage IV: Kanker telah menyebar ke organ tubuh lain seperti hati, atau paru-paru.
  • Kambuh: Kanker yang telah diobati ini kembali kambuh setelah beberapa waktu saat kanker tidak dapat dideteksi. Kanker dapat kembali tumbuh pada bagian usus besar atau rektum, atau pada organ tubuh lainnya.

 

Apa saja pengobatan yang tersedia?

Pembedahan

Bedah melibatkan pengangkatan jaringan yang terjangkit tumor dan jaringan terdekat/ kelenjar getah bening. Prosedur bedah dilakukan dengan menggunakan laparoskopi atau bedah terbuka.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan anti kanker guna menyusutkan ukuran atau membunuh sel kanker. Obat-obatan masuk melalui aliran darah sehingga dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh.

Terapi Kanker Terarah

Beberapa pasien dengan kanker kolorektal yang telah menyebar menerima pengobatan terapi kanker terarah. Terapi terarah ini berupa obat-obatan atau zat lain yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan mentargetkan molekul-molekul spesifik yang membantu pertumbuhan dan penyebaran sebuah tumor.

Terapi Radiasi (Radioterapi)

Prosedur ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini hanya mempengaruhi sel kanker yang ada pada area terapi.

 

Support yang tersedia

CanHOPE, adalah badan non-profit yang bergerak di bidang layanan konseling dan dukungan terhadap penderita kanker yang diprakarsai oleh Parkway Cancer Centre.

Sebagai bagian dari sebuah pendekatan holistik untuk mengobati kanker, CanHOPE bekerjasama dengan tim medis dan ahli-ahli kesehatan professional yang menawarkan sumber daya serta informasi yang luas mengenai kanker untuk membantu pasien dan keluarga mereka agar dapat mengambil keputusan yang tepat selama perjalanan mereka menuju kesembuhan.

HUBUNGI CanHOPE Konselor kami: +65 67389333 atau
e-mail: enquiry@canhope.org


Peringatan:
Informasi yang disediakan di situs ini tidak dimaksudkan atau secara tersirat sebagai pengganti saran dari ahli medis, diagnosa atau terapi. Semua isi, termasuk teks, grafik, gambar dan informasi, yang terdapat atau tersedia melalui website ini adalah untuk tujuan informasi umum saja. Parkway Cancer Centre tidak membuat pernyataan dan tidak bertanggung jawab jika informasi, yang terdapat atau tersedia melalui situs ini, diambil tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan spesialis kami.