Melawan kanker darah

Dr Colin Phipps Diong, Konsultan Hematologi di Parkway Cancer Centre, menjelaskan bagaimana cara kerja imunoterapi dan cara pemberiannya.

Sistem imun kita terdiri dari organ-organ, sel-sel, dan protein yang membantu kita melawan infeksi dan penyakit. Sistem ini secara khusus diprogram untuk mengenali hal-hal yang bukan merupakan bagian dari tubuh kita, termasuk bakteri asing, virus, dan jamur. Pada saat yang sama, sel-sel sistem imun kita mengenali apa yang merupakan bagian dari tubuh kita, sehingga mereka tidak akan menyerang jaringan tubuh kita sendiri.

Namun, sistem imun memiliki kemampuan yang terbatas untuk membunuh sel-sel kanker. Ini mungkin karena sel-sel kanker tidak cukup berbeda untuk dikenali oleh sistem imun kita sebagai benda asing. Atau, kanker membuat sel-sel imun menjadi lemah dan tidak dapat melawannya. Namun para ilmuwan dan peneliti telah menemukan cara untuk memanfaatkan sistem imun atau komponennya, dalam bentuk imunoterapi, untuk melawan kanker.   

Pada dasarnya, imunoterapi adalah pengobatan yang menggunakan sistem imun pasien sendiri, atau obat-obatan yang dibuat dari komponen sistem imun, untuk melawan penyakit.

Jenis-jenis imunoterapi

Untuk pengobatan kanker darah, terdapat beberapa bentuk imunoterapi yang digunakan:

Antibodi monoklonal adalah antibodi yang dibuat di laboratorium. Bersama dengan transplantasi sel punca alogenik (lihat di bawah), antibody monoklonal merupakan bentuk imunoterapi yang paling umum digunakan saat ini untuk pengobatan kanker darah. Mereka dapat secara spesifik menargetkan kanker darah dengan mengenai protein yang biasanya ditemukan pada permukaan sel-sel kanker. Karena penargetan yang spesifik ini, antibodi yang berbeda digunakan untuk jenis kanker darah yang berbeda. Ini menjadikan identifikasi dan klasifikasi kanker darah yang tepat sebagai prasyarat.

Transplantasi sel punca alogenik adalah salah satu bentuk imunoterapi yang paling tua. Istilah “alogenik” menggambarkan sel-sel yang berasal dari orang lain, seperti misalnya saudara kandung yang sesuai, orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, saudara yang sesuai sebagian, atau darah tali pusat. Sel-sel punca alogenik menemukan jalan menuju pabrik darah penerima dan merekapitulasi seluruh sel darah dan sistem imun. Hasilnya, sistem sel darah pasien akan berubah, mengembangkan karakteristik yang sama dengan sistem sel darah donor. Di antaranya adalah golongan darah akan berubah sesuai dengan golongan darah donor, sementara sel-sel imun donor akan berkembang dalam tubuh pasien. Sel-sel ini berpotensi untuk mengenali sel-sel kanker sebagai benda asing dan membunuhnya.

Penghambatan checkpoint: Sistem imun kita memiliki checkpoint imun atau “tombol untuk mematikan” yang membantu tubuh mengendalikan sel-sel imun sehingga mereka tidak berlebihan dalam melakukan pekerjaannya. Namun, kanker darah tertentu, dapat memperoleh akses terhadap tombol ini dan mematikan respons imun pasien, sehingga sistem imun menjadi terlalu lemah untuk membunuh sel-sel kanker. Obat-obatan yang disebut sebagai penghambat checkpoint menghadang sel-sel kanker sehingga mereka tidak dapat menggunakan “tombol untuk mematikan” ini, sehingga menyegarkan sel-sel imun pasien untuk membunuh sel-sel kanker.

Terapi sel T reseptor antigen kimerik/chimeric antigen receptor (CAR) menggunakan sel-sel imun (khususnya sel-sel T) yang dimodifikasi di laboratorium untuk membunuh sel-sel kanker darah. Modifikasi dibutuhkan karena bila hanya dengan sel-sel T sendiri, mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengenali sel-sel kanker. Protein spesifik yang dapat mengenali dan berikatan dengan sel-sel kanker dilekatkan kepada sel-sel T yang kemudian diberikan kepada pasien sehingga mereka dapat membunuh target yang dituju.

Transfer sel adoptif menggunakan sel-sel T yang diambil dari tumor pasien. Sel-sel T diperiksa untuk melihat mana yang paling aktif melawan kanker, atau dimodifikasi secara genetic agar memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk membunuh sel-sel kanker darah. Hanya laboratorium khusus yang dapat memproses dan memproduksi bentuk terapi ini.

Interferon adalah protein yang dihasilkan sebagai respons terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus. Jenis interferon yang digunakan saat ini dibuat di laboratorium. Penggunaannya pada kanker darah telah berkurang seiringa dengan berjalannya waktu, namun masih tetap digunakan untuk mengobati jenis kanker darah tertentu, misalnya neoplasma mieloproliferatif, atau MPN.

Bagaimana dan kapan pemberiannya

Selain interferon, sebagian besar imunoterapi diberikan secara intravena – sebagai infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah pasien.

Imunoterapi seperti antibodi monoklonal dan terapi sel T CAR merupakan terapi yang ditargetkan, yaitu mereka biasanya hanya berhasil pada kanker darah yang memiliki target khusus.

Dalam hal transplantasi sel punca alogenik, ini dilakukan pada pasien yang menderita kanker darah tertentu, seperti leukemia akut. Kapan dilakukan transplantasi juga berbeda-beda tergantung kepada diagnosisnya.

Imunoterapi adalah pengobatan yang manjur bagi kanker darah, namun hanya boleh diresepkan dan diberikan dalam situasi pengobatan yang tepat – pasien yang tepat dengan diagnosis yang tepat.



Tags: kanker darah, penghambat checkpoint imun, terapi sel punca