‘Ayah menderita kanker’

Memberi tahu anak bahwa salah satu orang tuanya atau orang yang dikasihinya menderita kanker dapat menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Konselor Jaime Yeo dari Parkway Cancer Centre memberikan kiat-kiat untuk melakukannya.

Bersikap terbuka dan jujur

Meskipun merupakan hal yang wajar bila Anda ingin melindungi anak Anda dari kabar buruk mengenai kanker, bersikap terbuka dan jujur terhadap mereka biasanya adalah cara yang paling baik. Namun, penting untuk mempertimbangkan usia dan kepribadian mereka sebelum Anda memutuskan kapan, apa dan bagaimana cara memberi tahu mereka.

Karena anak-anak mungkin sudah pernah mendengar mengenai kanker dari teman mereka, media massa dan media sosial, penting bagi Anda untuk mencari tahu seberapa banyak yang telah mereka ketahui, sehingga Anda dapat memperbaiki bila ada kesalahpahaman atau informasi yang tidak tepat yang mereka miliki. Dengan bersikap jujur terhadap diri Anda sendiri, Anda juga akan mendorong anak untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran mereka, yang mana hal ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk menjawab atau menanganinya sesegera mungkin.

Anak-anak merupakan pengamat yang baik dan mereka dapat menduga bila ada sesuatu yang tidak benar, mulai dari perubahan yang tiba-tiba di rumah mereka atau perubahan dalam rutinitas keluarga. Jadi, lebih baik untuk jujur terhadap mereka, daripada membiarkan mereka menduga-duga, yang dapat membuat mereka merasa lebih stres. 

Perlahan-lahan

Anda tidak harus selalu menjelaskan semuanya kepada anak Anda dalam satu kali duduk; hal seperti ini mungkin memang melebihi apa yang dapat mereka terima.

Tergantung kepada reaksi dan tingkat pemahaman mereka, Anda mungkin perlu membicarakan mengenai kanker kepada mereka dalam beberapa kali percakapan. Ini akan memberi waktu kepada mereka untuk menerima kabar buruk ini, memproses informasi, bertanya, dan menceritakan perasaan mereka. Anda bahkan dapat mempertimbangkan untuk melakukan diskusi yang terpisah bila anak-anak Anda terpaut jauh dalam hal usia atau memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Pemilihan waktu yang tepat dan tempat yang nyaman untuk diskusi Anda juga akan membantu.

Gunakan bahasa yang sederhana

Selalu gunakan bahasa yang sederhana dan hindari penggunaan istilah medis. Untuk anak-anak yang lebih kecil, Anda mungkin perlu mengulangi beberapa informasi untuk memastikan bahwa mereka telah memahaminya dengan benar.

Secara umum, semakin muda seorang anak, maka semakin sederhana bahasa yang harus Anda gunakan. Sebagai contoh, Anda dapat mengatakan kepada anak yang lebih tua bahwa “kemoterapi” dibutuhkan, tetapi dengan anak yang lebih muda, gunakanlah istilah “obat”. Secara alami, anak-anak yang lebih tua dan remaja akan dapat menerima penjelasan yang lebih kompleks dan mendetil mengenak kanker dan pengobatan yang dilakukan.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, pertimbangkan untuk menggunakan alat bantu visual, seperti misalnya buku cerita, mainan atau ilustrasi untuk menjelaskan mengenai kanker serta untuk mendorong mereka mengekspresikan perasaannya. Sebagai contoh, bila seorang anak akrab dengan video games, Anda dapat mengibaratkan kanker sebagai “orang jahat” dan kemoterapi sebagai “senjata” untuk membunuh “orang jahat”, dan jelaskan bagaimana kadang kala “orang baik” dapat mengalami cedera dalam proses ini, sehingga menimbulkan efek samping. Atau, Anda dapat mendorong anak Anda untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui musik, seni, permainan atau membuat jurnal.

Apapun yang Anda lakukan, jangan berbohong kepada anak atau membuat janji yang tidak dapat Anda penuhi. Bila ada informasi tertentu yang belum Anda ketahui, yakinkan mereka bahwa Anda akan memberi tahu mereka yang sebenarnya bila Anda telah memperoleh informasi yang lengkap.

Selain itu, jangan takut untuk menggunakan kata-kata seperti “kematian” atau “sekarat” untuk situasi akhir hayat tingkat lanjut. Hindari penggunaan kata-kata seperti “tidur” dan “beristirahat”, karena anak-anak perlu tahu bahwa kematian itu bersifat permanen.

Perhatikan kebutuhan mereka

Kebutuhan anak-anak dapat berbeda-beda tergantung kepada usia, kepribadian dan tingkat kedewasaan mereka. Secara umum, anak-anak yang lebih kecil akan perlu lebih diyakinkan bahwa kebutuhan mereka akan diperhatikan – untuk membantu mereka merasa aman dan dicintai. Jadi, cobalah untuk sedapat mungkin menciptakan suatu rutinitas, dan komunikasikan perubahan yang ada kepada mereka dengan cara yang meyakinkan.

Anak-anak mungkin akan bertanya: Apakah kanker akan menular? Apakah perilaku buruk mereka yang menyebabkan terjadinya kanker? Apa yang akan dipikirkan oleh teman-teman mereka? Apa yang harus mereka katakan kepada teman-teman mereka? Bila memungkinkan, jawablah semua kekhawatiran mereka sesegera mungkin.

Anak-anak yang lebih tua mungkin akan lebih mengkhawatirkan kesehatan orang tua mereka. Jadi, selalu berikan informasi sebanyak mungkin kepada mereka, dan yakinkan mereka bahwa Anda berdua dan mereka akan tetap diperhatikan. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara dan mengekspresikan perasaan mereka.

Karena anak-anak yang lebih tua dan remaja akan lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman mereka dan orang lain, doronglah mereka untuk berbicara dengan teman-temannya mengenai apa yang mereka rasakan tentang kondisi orang tua atau orang yang mereka kasihi.

Memberi tahu anak mengenai kanker

Kapan memberi tahu mereka

  • Pastikan Anda sendiri siap secara emosional untuk membicarakannya, dan pikirkan dengan matang apa dan bagaimana rencana Anda memberi tahu anak-anak Anda mengenai kanker.

  • Pilihlah waktu dimana tidak akan ada atau hanya ada sesedikit mungkin interupsi, misalnya saat anak-anak penuh perhatian dan tidak teralihkan perhatiannya (sebagai contoh, jangan lakukan sebelum berlangsungnya suatu ujian) atau lelah (sebagai contoh, saat mendekati waktu tidur). Melakukan hal ini di tempat yang nyaman juga dapat membantu.

 

Apa yang harus dikatakan kepada mereka

  • Berika mereka beberapa informasi dasar mengenai kanker yang Anda derita, pengobatan yang harus Anda jalani dan efek samping yang mungkin akan Anda alami.

  • Cari tahu apa yang mereka ketahui atau pikirkan mengenai kanker. Sebagai contoh, beberapa anak berpikir bahwa kanker artinya orang tua mereka akan meninggal. Jelaskan situasinya, namun jangan memberikan janji-janji palsu. Anda dapat mengatakan “Tidak semua orang yang menderita kanker jenis ini akan meninggal, dokter akan melakukan yang terbaik untuk saya.”

  • Yakinkan anak-anak Anda akan cinta Anda kepada mereka melalui ekspresi secara fisik (contohnya dekapan dan kecupan) dan verbal.

  • Beri tahu mereka bila akan ada perubahan rutinitas dan bahwa mereka akan terus dirawat dan diperhatikan, serta oleh siapa. Anda dapat mengatakan “Obat-obatan membuat ibu merasa lelah, jadi ia perlu lebih banyak beristirahat hari ini dan tidak dapat mengantarmu ke sekolah. Oleh sebab itu, Tante Julie akan mengantar dan menjemputmu dari sekolah.”

  • Jelaskan kepada mereka bahwa perilaku mereka tidak menyebabkan terjadinya kanker dan kanker tidak dapat menular ke orang lain maupun mereka (misalnya melalui dekapan).

  • Akui bila Anda tidak yakin akan suatu hal, namun yakinkan mereka bahwa Anda akan memberi tahu mereka saat Anda telah mengetahui mengenai hal tersebut.

 

Bagaimana cara memberi tahu mereka

  • Bersiaplah akan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mereka tanyakan, dan pikirkan bagaimana Anda dapat menjelaskan mengenai kanker kepada mereka secara terbuka dan tepat. Anda dapat mempertimbangkan untuk berlatih mengatakannya dengan pasangan, teman atau saudara Anda.

  • Anda tidak harus memberi tahu anak Anda dalam suatu percakapan yang formal; Anda dapat melakukannya saat sedang melakukan suatu kegiatan, seperti misalnya saat sedang berjalan-jalan. Namun, janganlah merasa bahwa Anda harus menjelaskan atau membicarakan semuanya sekaligus; Anda dapat melakukannya dalam beberapa kali percakapan.



Tags: mengelola emosi, tips bagi pasien kanker