Sebuah forum baru-baru ini meneliti lebih dalam soal apa saja yang diperlukan dalam pengelolaan kanker di seluruh Asia.

Pada Laporan Kanker Dunia tahun 2014, World Health Organization (WHO) memprediksi bahwa jumlah kasus kanker di Asia akan meningkat 75 persen pada dua dekade mendatang.

Saat ini, sistem layanan kesehatan di seluruh dunia telah siap berjuang bersama untuk mengatasi kanker bersama pasien kanker. Meningkatnya jumlah kasus akan memperburuk kondisi ekonomi di negara-negara yang penduduknya berpenghasilan menengah ke bawah di seantero benua Asia karena mereka harus mengeluarkan biaya baik secara ekonomi maupun sosial untuk penyakit ini.

Forum Layanan Kesehatan Ekonomist atau Economist’s Health Care Forum, yang bertajuk War on Cancer, menilik lebih jauh soal kontrol pembiayaan kanker dan merancang strategi untuk mengelola penyakit ini. Topik tertentu yang menarik dibahas adalah betapa kurangnya pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur yang membantu membangun sistem kontrol-kanker di Asia.

Apa itu infrastruktur kanker holistik?

Dalam konteks negara berkembang, infrastruktur holistik harus fokus pada pusat kanker dengan menitikberatkan pada pemberian training atau pelatihan-pelatihan bagi tenaga kesehatan. Idealnya, pusat kanker ini harus dibangun di kawasan yang sibuk, dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah kedokteran dan rumah sakit. Hal ini diperlukan untuk menghindari duplikasi pengadaan alat-alat yang diperlukan untuk mengobati pasien kanker.

Negara-negara ini memiliki pendekatan bertahap pada saat mengembangkan programprogram kanker, yaitu mengutamakan kanker yang beresiko tinggi, pencegahan serta deteksi dini. Dalam infrastrukturnya, ada kebutuhan yang sangat besar akan hubungan antara pencegahan kanker dan layanan paliatif. Yang juga penting adalah adanya fasilitas serta layanan bedah dan onkologi radiasi yang kuat.

Infrastruktur kanker regional holistik juga akan membutuhkan didirikannya sejumlah pusat kanker yang dibangun di negara kecil dan negara-negara berkembang. Dan ke depannya diharapkan pusat-pusat kanker ini harus bekerja sama untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah terpencil, seefi sien mungkin.

Investasi dalam infrastruktur kanker

Kolaborasi sektor pemerintah-swasta

Sektor pemerintah maupun swasta keduanya harus dapat bekerja sama untuk meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan terhadap layanan kanker.

Adanya pengobatan yang dapat diakses tak terlepas dari dua hal: biaya dan portofolio. Biaya yang terjangkau memastikan setiap orang mempunyai akses menuju pengobatan itu sendiri. Memiliki portofolio yang baik berarti dapat mengobati berbagai kanker di daerah tertentu. Hal ini akan mengurangi timbulnya penyakit ini.

Ada banyak peluang bagi lembaga-lembaga dan bank swasta misalnya Asian Development Bank, untuk mendukung negara berkem-bang dalam membangun layanan kanker.

Investasi pada bidang pendidikan

Wilayah tempat tinggal pasien amatlah penting. Orang-orang yang tinggal di daerah terpencil bisa jadi tidak menyadari mereka sedang menderita kanker jika mereka tidak diedukasi tentang tanda dan gejala-gejalanya.

Memberikan edukasi akan menambah kesadaran masyarakat akan kanker sehingga pasien dapat mencari sendiri pengobatan untuk mereka. Edukasi juga akan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi penuh dalam kebijakan pengendalian kanker, yang tentu akan meningkatkan efi siensi dalam prasana pengendalian kanker.

Pengumpulan data yang lebih baik

Tenaga kesehatan di negara berkembang perlu diberikan pelatihan agar mereka tidak hanya dapat memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses, namun juga melakukan percobaan klinis untuk jenis kanker yang sesuai (yang bisa jadi spesifi k bagi wilayah tertentu).

Pencegahan adalah investasi terbaik

Organisasi kesehatan di seluruh dunia harus berinvestasi dalam hal pencegahan infeksi yang bisa menyebabkan penyakit kanker. Menyarankan atau menganjurkan perubahan pola hidup kepada masyarakat akan memberikan dampak baik bagi peningkatan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Dunia ini, dan tidak hanya Asia, harus mencari cara untuk menyediakan layanan kanker yang bermutu.

Oleh Charmaine Ng



Tags: penatalaksanaan / pengelolaan penyakit