Ada yang mengatakan sebaiknya hindari penggunaan ponsel karena bisa meningkatkan peluang timbulnya kanker. seberapa benarkah kabar ini?

Untuk menjawabnya, pertama, kita harus benar-benar memahami bagaimana sistem ponsel bekerja.

Mayoritas ponsel beroperasi dengan cara berkomunikasi dengan bidang instalasi yang dikenal dengan struktur telekomunikasi. Secara bersamaan, keduanya bekerja sebagai radio dua arah, menghasilkan sebuah bentuk radiasi yang dikenal dengan frekuensi radio (RF) dalam prosesnya.

Jumlah RF yang dipancarkan juga bergantung pada banyak faktor. Faktor tersebut meliputi model telepon, kedekatan telepon yang digunakan dalam kontak, kekuatan sinyal, tipe penggunaan, lamanya penggunaan, dll.

Baru-baru ini, beberapa studi* telah menunjukkan bahwa menggunakan ponsel untuk paling sedikit 10 menit dapat menyebabkan perubahan di dalam sel darah merah (RBC) melalui proses yang dikenal dengan formasi rouleaux. Namun, perubahan ini tampak sementara dan efek jangka panjang mereka belum menunjukkan kerusakan permanen.

Jadi, apakah ini berarti ponsel aman digunakan?

Ya – untuk saat ini.

Pada tahun 2012, Dr Vivian Balakrishnan, mantan Menteri Sember Daya Alam, mengatakan bahwa tingkat radiasi ponsel yang dibolehkan di Singapura telah mengikuti standar internasional dan dianggap aman.

Dr Zee Ying Kiat, seorang onkolog medis di Parkway Cancer Centre (PCC) menjelaskan: “Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), yang pedoman-pedomannya nyaris diikuti oleh otoritas kesehatan di seluruh dunia, mayoritas studi epidemiologi manusia telah gagal mendapatkan keterkaitan yang konsisten antara kanker dan gelombang RF yang dipancarkan oleh ponsel.”

Namun, Dr Zee juga memahami bahwa International Agency for Research on Cancer (IARC), sebuah agensi internasional untuk kanker di bawah World Health Organization (WHO), baru-baru ini mengklasifi kasi ranah RF sebagai “kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia”. Ia menyimpulkan” “Yang perlu digarisbawahi adalah dibutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama dengan adanya teknologi di bidang ponsel dan bagaimana kita menggunakan alat tersebut berkembang secara konstan.

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi paparan RF?

Dr Zee menyarankan untuk mencoba mengurangi intensitas penggunaan ponsel, baik itu menelepon, mengirimkan pesan pendek atau SMS dan membatasi panggilan telepon hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting. Selain itu, hindari juga mendekati ponsel langsung ke telinga Anda. Ini bisa kita jembatani dengan menggunakan aksesoris ponsel seperti headset, memasang mikrofon dan perlengkapan handsfree untuk di mobil.

*Referensi untuk studi: http://apps.fcc.gov/ecfs/document/view?id=7520958029 and

http://www.westonaprice.org/modern-diseases/does-short-term-exposure-to-cell-phone-radiation-affect-the-blood/



Tags: karsinogen, kesalahpahaman, radiasi radio frekuensi (RF)