Dr. Tan Wu Meng dari Pusat Kanker Parkway memberikan informasi tentang salah satu kanker yang paling sering dijumpai baik pada pria mau pun wanita.

Batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, atau nyeri di dada yang konstan.

Atau bisa jadi Anda batuk berdarah atau terus menerus diserang infeksi paru-paru seperti pneumonia.

Jika Anda mengalami gejala ini, Anda kemungkinan harus segera menemui dokter Anda karena gejala-gejala ini merupakan gejala yang biasanya diceritakan para pasien mengenai bagaimana mereka terdiagnosa menderita kanker paru-paru.

Kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang pria dan ke-3 yang paling banyak menyerang perempuan di Singapura. Kanker ini menyerang jaringan paru-paru yang biasanya terletak di sel-sel yang melapisi saluran udara.

Menurut data dari Masyarakat Kanker Singapura, kanker ini mengambil 15% porsi kanker yang biasanya menyerang laki-laki dan 7.5% kanker yang biasanya menyerang perempuan dalam 5 tahun terakhir.

Ada dua tipe kanker paru-paru yaitu: kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC), dan kanker paruparu sel kecil (SCLC) yang bahkan lebih agresif.

NSCLC adalah jenis yang lebih umum ditemui pada kanker paru-paru, dengan persentasi empat kali lebih sering terjadi dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil. NSCLC juga memiliki sub-jenis, termasuk diantaranya adalah adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Jika jenis kanker paru-paru ditemukan sedini mungkin, kanker dapat diobati dengan pembedahan dan/atau terapi radiasi dan kemoterapi.

SCLC dapat diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi jika didiagnosis dini. Namun sering kali, penyakit ini didiagnosis pada stadium lanjut.

Penyebab

Salah satu penyebab utama kanker paru-paru adalah asap tembakau. Asap tembakau menjadi penyebab kanker dengan persentasi lebih dari 80 persen dari semua kasus kanker paru-paru. Asap tembakau bisa merupakan hasil dari merokok baik dalam bentuk rokok biasa, merokok dengan pipa atau cerutu, atau perokok pasif.

Asap dari tembakau merusak sel paru-paru, dan semakin lama, sel-sel yang rusak dapat menjadi kanker.

Penyebab lain dari kanker paru-paru termasuk radon, gas radioaktif, serta debu industri seperti asbes.

Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan kanker paru-paru, Anda mungkin memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena kanker paru-paru. Kanker ini juga lebih umum menyerang orangorang yang berusia 65 tahun ke atas. Pria juga memiliki risiko tiga kali lebih tinggi menderita kanker paru-paru dibandingkan wanita.

Gejala

Sayangnya, hanya akan ada sedikit gejala kanker paru-paru yang terlihat ketika kanker baru mulai berkembang. Semakin lama kanker paru-paru berkembang, akan lebih banyak gejala yang terlihat. Hati-hati dengan gejala seperti:

  • Batuk yang tidak hilang, atau semakin memburuk dari waktu ke waktu

  • Masalah dengan pernapasan, sesak napas

  • Nyeri konstan di dada

  • Batuk darah

  • Suara serak

  • Paru-paru sering terkena infeksi seperti pneumonia

  • Merasa lelah terus menerus

  • Kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas

     

Gejala-gejala ini bukan berarti Anda mengidap kanker paru-paru; bisa saja gejala ini akibat dari masalah kesehatan lainnya yang tidak terkait dengan kanker. Namun, jika Anda memiliki gejalagejala tersebut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Diagnosa

Pada pasien yang dicurigai menderita kanker paruparu, langkah selanjutnya mungkin termasuk tes dahak, rontgen dada, CT scan, atau tes lebih invasif untuk memeriksa apakah ada kanker. Beberapa tes mungkin mempunyai risiko, sehingga sangat dianjurkan untuk mendiskusikan proses tersebut dengan dokter Anda. Tes meliputi:

  • Pemeriksaan sitologi dahal: Sampel dahak dari paru-paru diperiksa untuk sel-sel kanker.

  • Thorasentesis.: Sebuah jarum digunakan untuk mengeluarkan cairan pleura dari dada.

  • Bronkoskopi: Sebuah alat bernama bronkoskop (tabung tipis, fl eksibel, dan menyala) dimasukkan ke dalam paru-paru melalui hidung atau mulut, dan mengambil sampel dari sel-sel yang ada.

  • Aspirasi jarum halus: Sebuah jarum tipis digunakan untuk mengangkat jaringan atau cairan dari paru-paru atau kelenjar getah bening.

  • Biopsi terbuka: Akan dibuat sayatan di dinding dada untuk mendapatkan sampel dari paru-paru atau kelenjar getah bening. Hal ini dilakukan ketika jaringan tumor sulit diperoleh.

     

Pengobatan

Kanker paru-paru cenderung menyebar ke kelenjar getah bening, otak, tulang, hati, dan kelenjar adrenal, dokter pertama-tama perlu mengetahui jenis dan stadium dari kanker tersebut untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar, dan jika telah menyebar akan dicari di bagian mana saja.

Informasi ini akan membantu dokter untuk menentukan perawatan dan menentukan apakah perawatan ditujukan untuk menyembuhkan; untuk mengendalikan penyakit sehingga pasien akan hidup lebih lama; atau lebih kepada mengelola gejala dan mencegah komplikasi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. Metode umum meliputi:

  • Operasi: Jaringan yang mengandung tumor akan dihilangkan. Ini biasanya dilakukan pada pasien yang kanker paru-paru dapat dihilangkan total dengan operasi.

  • Terapi radiasi: sinar energi tinggi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker.

  • Kemoterapi: Obat anti-kanker diberikan untuk mengecilkan atau membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat mempengaruhi sel-sel kanker di seluruh tubuh karena berfungsi sebagai obat yang diberikan ke dalam aliran darah.

  • Terapi target: Obat diberikan untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Seperti kemoterapi, terapi target memasuki aliran darah dan dapat mempengaruhi selsel kanker di seluruh tubuh. Terapi target telah dilakukan pada beberapa orang dengan NSCLC yang sel-sel kankernya bermutasi khusus sehingga obat yang dipakai tepat sasaran.

     

Apa yang harus diwaspadai:

Ketika kanker paru-paru baru mulai berkembang, hanya akan ada beberapa gejala yang bisa dijadikan patokan. Semakin kanker berkembang, semakin banyak gejala yang terlihat.

  • Batuk yang tidak hilang, atau semakin memburuk dari waktu ke waktu

  • Masalah dengan pernapasan, sesak napas

  • Nyeri konstan di dada

  • Batuk darah

  • Suara serak

  • Paru-paru sering terkena infeksi seperti pneumonia

  • Merasa lelah terus menerus

  • Kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas.  



Tags: diagnosis kanker, infeksi paru, kanker yang umum, karsinoma sel skuamosa (KSS)