Sama seperti gulma di kebun yang terus-menerus tumbuh kembali bila tidak dibasmi secara menyeluruh, sel-sel kanker payudara dapat berkembang dan menyebabkan kambuhnya kanker payudara dalam lingkungan yang tepat di dalam tubuh.

Kanker payudara dapat kembali meskipun dilakukan perawatan dan pengobatan yang terbaik. Ketika ini terjadi, ini disebut sebagai kekambuhan. Kekambuhan dapat terjadi ketika beberapa sel kanker yang pertama dapat bertahan dari pengobatan awal, atau ketika sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya tanpa terdeteksi.

Memahami kekambuhan kanker payudara

Untuk memahami bagaimana kekambuhan kanker payudara dapat terjadi, pertama-tama kita harus memahami bagaimana cara kerja pengobatan kanker payudara.

Pengobatan kanker payudara dalam kondisi dini (ketika kanker belum menyebar keluar dari payudara dan/atau kelenjar getah bening) dikelompokkan ke dalam tiga fase yang luas: neoajuvan, operasi, dan ajuvan.

Dalam tahap neoajuvan atau pra-operasi, pengobatan cenderung berfokus pada memperkecil ukuran tumor kanker, yang dapat membuatnya menjadi lebih mudah untuk dioperasi.

Kemudian berikutnya adalah tahap operasi dimana tumor kanker dibuang melalui operasi dengan menggunakan beragam prosedur, seperti misalnya lumpektomi (hanya sebuah benjolan yang dibuang), kuadrantektomi (kurang lebih sepermpat dari payudara dibuang), atau mastektomi (seluruh payudara dibuang).

Terakhir, dalam tahap ajuvan atau pasca operasi, pengobatan bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tertinggal, dimana hal ini akan mengurangi kemungkinan kambuhnya kembali penyakit ini.

Dalam tahap neoajuvan atau ajuvan, pilihan pengobatan dapat meliputi terapi target, kemoterapi, terapi hormon, atau radioterapi. Terapi-terapi ini dapat digunakan secara tunggal atau dalam kombinasi tergantung kepada stadium penyakitnya.

Namun, terapi ajuvan tidak selalu efektif dalam membunuh semua sel kanker yang masih tertinggal. Kami menyebut sel-sel kanker yang tak kunjung hilang ini sebagai mikrometastasis atau sel-sel kanker mikrometastatik – sekelompok kecil sel-sel kanker yang dapat tersembunyi di dalam tubuh pada pasien-pasien kanker payudara stadium dini dan terlalu kecil untuk terdeteksi dalam pemindaian rutin.

Sel-sel kanker mikrometastatik yang masih tertinggal di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan kanker di masa yang akan datang.

Ketika seorang pasien mengalami kekambuhan kanker payudara, biasanya ini berarti bahwa penyakit telah berkembang ke stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan. Itulah sebabnya mengobati kanker payudara secara dini dan menyeluruh merupakan hal yang penting untuk mencegahnya kambuh kembali.

Faktor risiko terjadinya kekambuhan kanker payudara

Beberapa faktor risiko yang lebih umum yang dapat mempengaruhi kemungkinan kembalinya kanker payudara meliputi:

  • Ukuran tumor – Tumor yang besar biasanya cenderung memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh.
  • Penyebaran kanker – Kanker payudara lebih mungkin kambuh bila telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Subtipe kanker – Beberapa subtipe kanker payudara seperti kanker payudara yang positif memiliki HER2 lebih mungkin untuk kambuh.

Kanker payudara yang positif memiliki HER2 terjadi ketika sel-sel memproduksi protein HER2 (human epidermal growth factor receptor 2/reseptor 2 faktor pertumbuhan epidermis manusia) secara berlebihan. Protein HER2 membantu sel-sel untuk berkembang dan membelah diri, sehingga jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya tumor.

Beberapa pasien dengan kanker payudara stadium dini yang positif memiliki HER2 lebih mungkin mengalami kekambuhan dibandingkan pasien lainnya, seperti misalnya pasien yang menderita penyakit yang positif kelenjar getah beningnya atau negatif reseptor hormonnya.

Pasien-pasien ini dianggap ‘berisiko tinggi’ karena prognosisnya secara umum lebih buruk, namun ada kabar baik bahwa terobosan terbaru dalam terapi ajuvan untuk kanker payudara stadium dini yang positif memiliki HER2 telah memberikan hasil yang baik seperti yang diharapkan.

Secara umum, sejumlah faktor-faktor klinis, serta karakteristik biologis dan tumor, dapat mempengaruhi risiko terjadinya kekambuhan pada orang yang menderita kanker payudara stadium dini yang positif memiliki HER2. Contohnya meliputi status kelenjar getah bening, ukuran, derajat, dan karakteristik histologis lainnya dari tumor, status reseptor hormon, dan usia pasien.

Mencegah kambuhnya kanker payudara

Karena tiap kanker payudara bersifat unik, tidak ada obat ajaib atau peluru perak yang dapat sepenuhnya mencegah kambuhnya kanker payudara.

Pilihan pengobatan kanker payudara bervariasi tergantung kepada stadium kanker – ukurannya, posisinya, apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dan kesehatan jasmani pasien.

Perubahan gaya hidup, seperti misalnya memasukkan olahraga secara teratur ke dalam rutinitas harian Anda, atau makan makanan yang sehat dan seimbang, juga akan membantu mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara.

Penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda yang akan dapat memberikan saran mengenai rangkaian pengobatan yang terbaik untuk jenis penyakit Anda.

Dr See Hui Ti
Senior Consultant
Medical Oncology
Parkway Cancer Centre



Tags: breast cancer, kanker payudara, kekambuhan / kambuhnya kanker, mencegah kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker