Bagaimana menghadapinya

Bagi beberapa orang, kambuhnya kanker dapat terasa lebih buruk daripada yang pertama kalinya, karena mereka takut untuk kembali menjalani pengobatan. Konselor Jaime Yeo dari Parkway Cancer Centre memberikan beberapa kiat untuk membantu Anda menghadapinya.

Kuasai diri Anda

Menerima kabar kambuhnya kanker bisa jadi merupakan peristiwa yang menyusahkan dan melemahkan. Pada saat baru menerima kabar, Anda mungkin merasa hancur, yang mana hal tersebut dapat menyulitkan untuk memproses informasi dengan baik.

Bila hal itu terjadi, cobalah untuk melakukan beberapa latihan penguasaan diri (penenangan) untuk membantu Anda mengatasi emosi yang sangat kuat:

  • Bernapaslah dalam-dalam dan perlahan. Cobalah untuk menarik napas selama 4 detik melalui hidung Anda, tahan napas Anda selama 5 detik, kemudian hembuskan napas selama 6 detik melalui mulut Anda; lakukan ini selama 5 hingga 10 menit.
  • Duduklah dengan nyaman pada sebuah kursi dengan kedua kaki Anda menapak pada lantai. Tutuplah mata Anda dan perhatikan apa yang Anda alami dengan panca indera Anda. Bagaimana rasa kursinya ketika Anda bersentuhan dengannya? Bagaimana rasa kaki Anda ketika bersentuhan dengan lantai?
  • Ambillah minuman panas atau dingin dan genggamlah dalam tangan Anda. Perhatikan apa yang Anda rasakan ketika gelas tersebut bersentuh dengan tangan Anda. Minumlah seteguk, dan perhatikan sekali lagi apa yang Anda alami pada tiap teguk.

Kenali emosi Anda

Emosi dapat menyakitkan, rumit, menghancurkan, dan sulit untuk dipahami, namun menyadari emosi-emosi tersebut dapat membantu kita untuk lebih memahami diri kita sendiri.

Daripada mencoba menghalaunya, luangkan waktu untuk duduk dan merasakan emosi-emosi itu. Anda boleh menangis dan bersedih hati. Cobalah untuk mengenali emosi yang tepat dan beri label pada mereka (sebagai contoh adalah kecewa, takut). Tuliskan apa yang Anda rasakan pada sebuah jurnal.

Anda juga dapat bertanya kepada diri Anda sendiri: Di mana dan bagaimana dalam tubuh saya, saya mengalami emosi ini? (sebagi contoh, saya bersedih hati, rasanya seperti ada yang berat di dada saya dan menjalar secara perlahan-lahan). Menyusuri sensasi-sensasi ini membantu menyelaraskan tubuh dan emosi.

Pahami kekhawatiran Anda

Ketika Anda merasa sudah lebih selaras secara emosional, luangkanlah waktu untuk memahami apa yang berkontribusi terhadap emosi-emosi ini.

Persisnya aspek apa dari kambuhnya kanker yang membuat Anda merasa resah? Apakah mengenai proses pengobatannya, efektivitas pengobatan, prognosis, keluarga Anda, keuangan, atau harus kembali menyesuaikan gaya hidup Anda?

Bertanyalah dan dapatkan informasi

Setelah memahami penyebab pasti dari kesedihan Anda, mintalah bantuan dan saran dari orang lain. Apakah kekhawatiran Anda merupakan hal yang rasional atau berdasarkan pada rasa takut yang tak beralasan? Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada dokter, dan klarifikasi semua kekhawatiran yang mungkin Anda miliki. Buatlah rencana untuk mengatasi kekhawatiran-kekhawatiran ini.

Ingatlah sumber daya Anda

Selama masa ini, pikirkan apa yang telah mendukung Anda melalui pengalaman Anda yang lalu. Mungkin keyakinan Anda, teman-teman, atau kekuatan baru yang Anda temukan dan perspektif yang Anda peroleh.

Dalam masa yang tidak pasti, labuhkan diri Anda pada nilai-nilai yang Anda pegang erat dalam hati Anda.

Mencari dukungan

Anda tidak harus melalui ini sendirian. Bersikap terbukalah untuk menerima dukungan dari keluarga, teman, dan pasien kanker lainnya serta keluarga mereka. Terkadang lebih mudah untuk membicarakan mengenai kekhawatiran dan pengalaman Anda dengan seseorang yang tidak Anda kenal secara pribadi, seperti misalnya seorang konselor profesional.

Proseslah pengalaman Anda yang lalu

Bagi beberapa pasien, kekambuhan dapat menjadi pengalaman yang kembali menimbulkan trauma. Anda mungkin belum sepenuhnya memproses pengalaman dan kenangan akan perjumpaan Anda yang pertama dengan kanker karena saat itu Anda telah menyampingkannya. Kekambuhan dapat memicu kenangan yang tidak menyenangkan dan menyebabkan terjadinya kesedihan dan gangguan emosional.

Bila hal ini terjadi, bicaralah dengan seorang konselor profesional. Terapi seperti pemrosesan ulang desensitisasi gerakan mata/eye movement desensitisation reprocessing (EMDR) dapat membantu mengatasi trauma di masa lalu. Menyelesaikan kenangan masa lalu yang tidak menyenangkan dapat membantu Anda untuk menghadapi saat ini dengan lebih baik.

Bersyukurlah atas saat ini

Terlalu memikirkan masa lalu atau terlalu mengkhawatirkan masa yang akan datang dapat menyebabkan kita melewatkan apa yang kita miliki di saat ini.

Terkadang, dapat membantu bila kita menjalani hidup saat demi saat, menikmati dan mensyukuri hal-hal kecil yang kita miliki saat ini. Hal tersebut bisa jadi adalah kasih sayang dari anggota keluarga, rumah yang nyaman, atau menghirup udara segar; akan membantu bila kita mempraktikkan rasa syukur setiap hari dengan mengingat sesuatu yang dapat kita syukuri tiap hari.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu atau menentukan masa depan, namun kita tidak harus membiarkan hal tersebut menghentikan kita untuk menghargai apa yang kita miliki di saat ini.



Tags: kekambuhan / kambuhnya kanker, konselor kanker, mengelola emosi, tips bagi pasien kanker