Kanker pada pria: Apa yang harus diperhatikan

Kanker prostat, paru-paru, dan kolorektum adalah penyakit yang paling banyak menimpa kaum pria di Singapura, tetapi kabar baiknya: penyakit-penyakit itu dapat dideteksi dan diobati sejak dini.

Pada orang yang sehat, sel-sel tubuh mengikuti suatu modus operandi. Sel-sel itu tumbuh, membelah diri, dan mati. Tetapi sel kanker terus tumbuh dan membelah diri bukannya mati ketika seharusnya mati.

Walaupun kanker dapat menyerang siapa saja, tiga kanker yang paling sering terdiagnosis pada pasien laki-laki adalah kanker kolorektum, paru-paru, dan prostat.

Kanker prostat, misalnya, adalah kanker yang unik untuk pria. Kelenjar prostat mungkin hanya sekitar 25gm – atau seukuran buah kenari – tetapi memainkan peranan penting di dalam tubuh, yaitu menghasilkan cairan mani untuk menjaga sperma tetap hidup. Namun, pada beberapa pria, sel-sel pada kelenjar ini yang memproduksi air mani dalam kelenjar prostat dapat tumbuh secara tidak terkendali.

Dr Foo Kian Fong, Konsultan Senior, Onkologi Medis, di Parkway Cancer Centre, mengatakan bahwa faktor risiko intrinsik meliputi ras, susunan genetika, dan fakta sederhana bahwa Anda dilahirkan sebagai laki-laki. Usia meningkatkan risiko. Menurut cancer.net, sekitar 60 persen kasus kanker prostat terlihat pada pria berusia di atas 65 tahun.

Kanker prostat tidak berhubungan dengan aktivitas seksual tetapi terkait dengan obesitas, merokok, diet yang tinggi lemak dan rendah serat. Untuk mencegah kanker prostat dan kanker lainnya, kurangi konsumsi daging dan makanan yang tinggi lemak hewani, dan pertahankan berat badan yang sehat.

Pada tahap awal, kanker prostat tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada tahap kemudian, gejala yang muncul bisa berupa hilangnya nafsu makan dan berat badan, lesu, sakit tulang, dan perubahan kencing. Jika Anda mengalami salah satu dari hal ini dalam jangka waktu lama, konsultasikan dengan dokter keluarga karena tidak ada cara untuk bisa merasakan kanker prostat sendiri karena tidak ada benjolan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan prostat dan melakukan tes darah sederhana untuk menskrining kenaikan level Prostate-Specific Antigen (PSA). Jika kesan klinis adalah kemungkinan kanker, ia akan merujukkan Anda ke ahli urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti USG trans-rektal dan biopsi.

Berita baiknya: kanker prostat pada tahap awal mudah disembuhkan dengan pembedahan atau radiasi. Dalam kasus di mana penyakit ini terlokalisasi dengan kadar Gleason yang rendah (digunakan untuk menentukan stadium kanker prostat), pasien dapat mengharapkan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 95 persen dalam lima tahun.

Skrining dini dapat menyelamatkan hidup Anda

Kanker lain yang umum di kalangan pria – dan tanpa gejala pada tahap awalnya – adalah kanker paru-paru.

Dalam hingga 25 persen kasus kanker paru-paru, gejala tidak muncul sampai tahap lanjut ketika pasien mungkin mengalami sesak napas, suara serak, nyeri dada, dan batuk terus-menerus. Tergantung pada stadiumnya, kanker paru-paru dapat diobati dengan pembedahan, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, atau kombinasi pengobatan di atas.

Merokok adalah faktor risiko utama kanker paru-paru pada pria Singapura. Faktanya, 78 persen pria dengan kanker paru-paru di Singapura adalah perokok aktif atau mantan perokok. Ini karena zat berbahaya yang ditemukan dalam rokok, cerutu, dan pipa dapat merusak sel paru-paru yang dapat berubah menjadi kanker seiring dengan waktu. Jadi, berhenti merokok dapat mengurangi risiko kanker.

Faktor risiko lain kanker paru-paru termasuk paparan konstan pada radiasi seperti gas radioaktif radon, asbes, arsenik, kromium, nikel, jelaga, dan tar di tempat kerja. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa skrining CT scan dada akan mengurangi risiko kematian akibat kanker paru-paru sebesar 20 hingga 25 persen pada pria yang merupakan perokok berat kronis.

Kanker ketiga yang paling banyak menyerang laki-laki adalah kanker kolorektum yang umumnya dimulai sebagai polip non-kanker yang kadang-kadang dapat berubah menjadi tumor ganas.

Inilah mengapa skrining dini, yang meliputi kolonoskopi, penting untuk dilakukan karena dapat mendeteksi dan menghilangkan polip sebelum berubah menjadi kanker.

Juga, Faecal Immunochemical Test (FIT) dapat menunjukkan jumlah mikroskopis darah dalam tinja, yang umum di semua tahap kanker kolorektum. Ketika didiagnosis dan diobati secara dini, 90 persen pasien mendapatkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun.

Seperti kanker prostat, kanker kolorektum cenderung menyerang pria yang berusia lebih tua. Dr Foo merekomendasikan tes FIT tahunan dan skrining kolonoskopi setiap 10 tahun sejak usia 50 tahun.

Apa yang harus diwaspadai

Kanker prostat

  • Tidak menunjukkan gejala apa pun pada tahap awal.
  • Pada tahap-tahap selanjutnya, gejalanya dapat berupa hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan, kelesuan, sakit tulang, nyeri panggul, nyeri punggung atau pinggul, perubahan/kesulitan buang air kecil.

Kanker paru-paru

  • Tidak ada gejala pada hingga 25% kasus yang ada.
  • Pada tahap selanjutnya, gejala yang muncul termasuk sesak napas, suara serak, nyeri dada, batuk terus-menerus, batuk berdarah, kelelahan konstan, penurunan berat badan.

Kanker kolorektum

  • Perubahan kebiasaan buang air besar, buang air besar terasa tidak benar-benar tuntas, darah dalam tinja, perubahan bentuk tinja, sering sakit gas atau kram, merasa kenyang atau kembung, penurunan berat badan, kelelahan konstan, mual atau muntah.


Tags: infeksi paru, kanker kolorektal, kanker pada pria, kanker yang umum, kolonoskopi, polip yang bersifat kanker, skrining kanker