1 Beberapa virus dapat menyebabkan kanker

Kebanyakan orang tahu bahwa beberapa pilihan gaya hidup, seperti merokok dan berada terlalu lama di bawah paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Namun, yang jarang diketahui adalah bahwa beberapa infeksi virus juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

Human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kanker serviks, sedangkan virus hepatitis B (HBV) dapat meningkatkan risiko kanker hati. Kedua virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak darah atau hubungan seks. Meski pun begitu, risiko terkena penyakit ini dapat diminimalisasi dengan memvaksinasi diri Anda terhadap serangan HPV dan HBV.

2 Gula memiliki peran dalam membuat Anda terkena kanker

Meskipun tidak ada bukti yang menghubungkan gula dengan kanker secara langsung, mengkonsumsi gula terlalu banyak dalam pola makan Anda dapat menyebabkan Anda untuk bertambah berat badan dan menjadi gemukyang tentunya dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

Mengawasi asupan gula Anda menjadi sedemikian penting sepenting berolahraga dan menjaga berat badan pada batas yang sehat.

3 Konsumsi alkohol sewajarnya

Semakin sedikit alkohol- bir, anggur atau minuman beralkohol lainnya – yang Anda minum, semakin baik. Mengapa? Karena alkohol mempunyai kaitan dengan risiko lebih tinggi mengidap kanker mulut, tenggorokan, esofagus, hati, kolorektal, payudara dan perut.

Pada pria dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi lebih dari dua gelas alkohol per hari, sementara wanita harus membatasi diri untuk hanya satu gelas per hari.

4 Sebagian besar kanker tidak diwariskan

Banyak orang percaya bahwa sebagian besar kasus kanker adalah karena turunan atau genetik, tetapi statistik sebenarnya menunjukkan sebaliknya. Hanya lima sampai 10 persen dari kasus kanker disebabkan oleh gen abnormal yang terdapat dalam keluarga.

Kemungkinan Anda mengidap kanker didapat dari faktor-faktor lain yang lebih tinggi seperti pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, virus, atau paparan berlebihan terhadap sinar matahari dan asap tembakau.

5 Empat puluh persen dari kasus kanker dapat dicegah

Karena faktor-faktor yang dapat menyebabkan kanker berada dalam kendali Anda, ada banyak yang dapat Anda lakukan sebenarnya untuk mengurangi resiko terkena kanker.

Menurut World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research, rekomendasi di bawah ini akan membantu menurunkan risiko Anda terkena kanker:

  • Hidup aktif.

  • Makan lebih banyak buah dan sayuran.

  • Mengurangi daging merah dan minuman manis.

  • Gunakan bahan-bahan segar dalam memasak.

  • Kurangi makanan yang diproses, diasinkan serta makanan yang diasapkan seperti ham, bacon dan sosis.

  • Kurangi makan makanan yang mengandung bahan tambahan pengawet seperti nitrat atau diproses melalui diasapkan, diasinkan atau dikeringkan, karena proses ini dapat menghasilkan senyawa karsinogenik dalam makanan.

     

6 Tidak semua tumor adalah kanker

Tumor terbentuk ketika sel-sel dalam tubuh tidak mati padahal mereka harus mati, atau ketika ada pertumbuhan sel yang tidak normal. Tapi tidak semua tumor ganas; beberapa ada yang jinak.

Tumor ganas bersifar kanker dan mereka dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian lain tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatik. Sebaliknya, tumor jinak, di sisi lain, tidak menyebar atau menyerang jaringan di sekitarnya. Setelah diangkat, mereka biasanya tidak tumbuh lagi.

7 Memeriksakan diri itu penting

Kanker yang terdeteksi pada tahap awal, ketika mereka masih jinak, lebih mudah untuk diobati. Dan ada kesempatan yang sangat besar untuk sembuh jika kanker belum menyebar.

Jadi jangan lewatkan jadwal periksa Anda dan pastikan Anda melakukan pemeriksaan yang direkomendasikan sesuai dengan usia Anda, bahkan jika Anda merasa baik-baik saja.

Pemeriksaan kesehatan umum meliputi:

  • Mamografi untuk kanker payudara

  • Kolonoskopy atau tes tinja untuk kanker kolorektal

  • Pap smear untuk kanker serviks

     

8 Carilah gejala-gejala yang mencurigakan

Dalam kebanyakan kasus kanker, rasa nyeri bukanlah gejala awal. Bahkan, rasa sakit dan gejala lain yang lebih jelas biasanya hanya muncul ketika kanker berada dalam stadium lanjut. Namun, ada gejala-gejala yang dapat menunjukkan kanker telah berkembang. Jika gejala ini tetap bertahan, temui dokter sesegera mungkin. Jangan abaikan tandatanda yang tidak biasa:

  • Benjolan di payudara atau di bagian lain dari tubuh.

  • Suara serak atau batuk terus-menerus yang bukan karena penyakit virus.

  • Gangguan pencernaan atau kesulitan menelan.

  • Penurunan berat badan yang signifi kan, cepat, dan tanpa alasan yang jelas.

  • Luka yang tidak kunjung sembuh.

  • Perdarahan yang tidak biasa atau keputihan, atau darah dalam dahak, urin atau feses.

  • Sembelit kronis atau diare, atau perubahan pola atau ukuran tinja.

  • Perubahan warna, bentuk dan ukuran kutil atau tahi lalat.

     

9 Kanker payudara adalah pembunuh terbesar

Dari tahun 2010 sampai 2014, ada 61.522 kasus kanker yang terdiagnosis di Singapura

Secara total, 25.731 orang meninggal karena kanker, atau sekitar 41 persen dari semua kasus. Pria dan wanita sama-sama mempunyai kemungkinan untuk menderita kanker, tetapi dari kanker yang berbeda.

10 Terapi alternatif dapat membantu

Kanker memang tidak dapat diobati dengan terapi alternatif, tetapi terapi alternatif dapat melengkapi pengobatan yang Anda menjalani. Namun, beritahukan kepada dokter onkologi Anda, setiap perawatan atau pengobatan yang Anda pertimbangkan, sehingga dokter Anda dapat membantu memastikan bahwa tidak ada efek samping, dan bahwa terapi tidak mempengaruhi efektivitas pengobatan yang sedang berlangsung.

Oleh Kok Bee Eng

Sumber: CanHOPE. CanHOPE adalah konseling kanker dan dukungan layanan non-profi t yang disediakan oleh Parkway Cancer Centre.


Kanker di Singapura: Fakta & Angka

Perempuan

31,743 kasus didiagnosis

11,675 kematian

5 kanker teratas:

1. Payudara – 29.2%

2. Kolorektal – 13.3%

3. Paru – 7.6%

4. Uterus – 6.6%

5. Ovarium – 5.5%

Pria

29,779 kasus didiagnosis

14,056 kematian

5 kanker teratas:

1. Polorektal – 17.1%

2. Paru – 15.1%

3. Prostat – 12.4%

4. Hati – 7.6%

5. Limfoid Neoplasma – 6.8%

Sumber: The Singapore Cancer Registry, Laporan Tahunan, Tren Kejadian Kanker di Singapura, 2010-2014



Tags: diet & nutrisi untuk pasien kanker, gaya hidup yang sehat, kanker virus papiloma manusia (HPV), karsinogen, mencegah kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker, pengobatan komplementer & alternatif, tips bagi pasien kanker, tumor